Minggu, Maret 08, 2009

Superdad

Lama absen posting di halaman ini melewati berbagai peristiwa penting dunia yang membuat geram, kecut. Halaman berumput yang tak terurus sejak ramadhan kemarin. Banyak sebab sejak koneksi im2 unlimited yang ternyata sangat limited walaupun kondisi sinyal bagus, pelanggan baru yang terus ditambah tanpa ada perbaikan sistem bisa saya tuduhkan sebagai kejahatan buat konsumen. Sekarang sudah pindah ke telkom speedy yang so far baik baik saja, semoga makin turun terus tarifnya. Semoga para pemimpin negeri ini sadar kalo internet murah bisa jadi generator ekonomi.

Cerita gowes
Sedikit cerita tentang gowes mingguan yang diprakarsai dan diprovokasi om om dari Lelasan Berseri dengan rute denpasar ubud setiap sabtu total PP menempuh jarak sekira 46km, atau dengan rute tambahan single track Abangan-Sari Organik Ubud XC optional sekira 56 kman PP. Ada yang istimewa dari gowes kemarin, ada peserta termuda, baru berusia 5.5 tahun Yotta namanya atau biasa dipagil Kaka. Kalau biasanya yang bawa anak itu Om Rusli (yang ini anak-anakynya udah gede gede ), atau om Nengah Wirayasa yang bersepeda sampai Negara tetangga (maksudany Negara Bali Barat), kali ini om Ketut Parikesit bawa gandengannya dengan bawa kopilot Kaka.

Cukup berani mengingat rute yang luamayan untuk anak seumuran kaka & 'traffic' pagi denpasar lumayan 'riweuh' dengan pengendara sepeda motor yang 'lincah' salip kiri kanan.Tapi dalam rombongan harusnya lebih aman. Ini juga perjalanan pertama buat Kaka ikut tour cukup jauh naik sepeda barunya. Sejak masih proses las-lasan sepeda gandeng kanibal ini sudah diposting di milis greenwarrior, jadi penasaran untuk segera liat jadinya dengan kopilotnya yang ternyata belum bisa naik sepeda roda dua.

Daripada nangkring nggak dipake dengan roda empatnya ya sudah mending dipotong aja kata Om Ketut Parikesit. Hasilnya...Yotta senang naik sepeda bareng 'superdad'...Bosen? sepertinya tidak terlihatt muka bosen dari Kaka walaupun berkali kali tanya "Yah apa masih jauh?" Sepanjang perjalanan menikmati kombinasi jalan raya, jalan sempit perkampungan dan persawahan terdengar celoteh kaka dari jok belakang.
From denpasar ubud

Dual pivot.
Penasaran lebih deket lagi dengan sepeda racikan om Parikesit ini. sepeda ini berpivot 2 ngik-nguk keatas kebawah macam pompa dragon, dan ngik-nguk ke samping kaya setang sepeda. Setang sepeda Kaka sendiri dilas fix sperti sepeda tandem pada umumnya. Dengan dual pivot ini sepeda bisa tetap bermanuver lebih lincah dari sepeda tandem saat belok, juga saat melibas gundukan seperti DSDP (apa sih kepanjangannya ini.?...). Kalo diperhatikan kualitas sa
mbungan las juga cukup membuat tenang yang melihat, sambungannya cukup rapi dan kuat.


From denpasar ubud

Yang agak sedikit repot kalo dilihat dari belakang, kadang posisi badan kopilot yang belum biasa naik sepeda roda dua menambah tenaga ekstra buat 'Superdad' untuk menyeimbangkan sepeda. Juga saat gowes ditanjakan nambah beban ekstra, tentu tidak masalah buat superdad. Jalan rata & turunan..? kelihatannya sih menambah daya dorong yang lumayan dari berat yotta dan sepedanya. Kakak juga ikut kayuh sepeda loh, kontribusi kayuhannya silakan ditanyakan pada pilotnya hihihi. Walaupun kontribusi kayuhannya dipertanyakan Superdad ini melibas berbagai tanjakan dan turunan ke Ubud dengan cukup sukses, hanya sekali TTB di tanjakan yang memang sangat curam di daerah Singakerta Ubud.
From denpasar ubud


From denpasar ubud



From denpasar ubud

From denpasar ubud

From denpasar ubud

From denpasar ubud

From denpasar ubud


Sepanjang perjalanan om Parikesit dan Yotta banyak memancing perhatian, ada yang cenik...kata anak anaka SD. modalnya 500 ribu dilluar sepeda anaknya. Tentunya diluar polygon xtrada sirvelr-merah bergGPS ini. Buat yang suka dikomplain anak istri gara gara kabur seharian bersepeda sepertinya bukan alasan lagi. dibawa aja sekalian. Mungkin kalau yotta udah agak besar sedikit om Parikesit bakal bikin trailer bike fulsuss buat DH juga yang ditempel di bansheenya.

Salut buat Superdad, pasti jadi momen berharga buat Kaka nanti.


Selasa, September 23, 2008

Buruk Sangka

Buruk sangka sifat bawaan manusia? iyakah? entah manusia yang lain tapi yang pasti sifat bawaan pemilik blog ini. Kadang tidak kenal waktu dan tempat muncul saat tidak diduga duga. Mudah mudahan hanya dalam pikiran saja, tidak sampai terkatakan dengan lisan. Sifat bawaan ini memang musti diimbangi dengan kontrol lisan yang baik. Kalau tidak wuiss...bisa runyam. Ada bagusnya punya sifat ini, jadi lebih waspada, sedikit curiga, seperti kucing liar yang merespon setiap gerakan kecil tangan kita padahal hanya sekedar menggaruk kepala.

Buruk sangka dalam arti postif waspada bisa jadi modal bagus untuk terus bertahan hidup. Kalau kelebihan,...ya agak merepotkan.Apalagi kalau setiap buruk sangka dalam pikiran kita terkatakan dengan lisan atau dalam pikiran seperti di sinetron indonesia ditambah ekspresi suram walaupun bibir terkatup rapat pemirsa di depan tv bisa mendengar apa yang kita pikirkan. Untungnya pemirsa di depan tv dan adegan tv berbeda alam, repot kan kalau alur pikiran si buruk sangka tadi dikonfirmasi.

Cerita satu

Contoh kecil buruk sangka si empunya blog ini. Dalam perjalanan dari Bandara Cengkareng ke Bandung dengan kendaraan travel saya kehilangan hp. HP lama sejak 2004, saat mendekati subuh dan hendak mengabarkan pada orangtua sebentar lagi masuk Bandung merogoh saku jaket ternyata HP hilang. Blam...Sebagai seorang yang belum pernah kehilangan hp cukup membuat kaget, karena saya tidak pernah mencoba mengingat nomor nomor telpon di address book hp saya.

Di dalam mobil saat itu hanya saya seorang supir, seorang bapak dan istrinya juga seorang anak kecil. Otomatis pikiran busuk ini menjadikannya sebagai tersangka, lalu cepat cepat dihapus lagi. Kayaknya ngga mungkin orang tadi tutur bicaranya halus, datang dari jauh, ada anak kecil,rasanya cukup merepotkan dan sempet sempetnya kalo ngambil. Kemungkinan lainnya hp jatuh di bandara, kayaknya ngga mungkin sebelum menuju mobil hp masih ditangan dan menanyakan posisi mobil ravel dimana. Kemungkinan ketiga pak supir? kayaknya lebih nggak mungkin lagi sedari tadi sibuk di depan. Kemungkinan keempat tadi sewaktu rehat di tol saat semua orang turun saya tidur di mobil, sempat juga mendengar suara pintu buka tutup berkali kali. Hmmm jangan jangan ada orang lain yang masuk dan sempet ambil hp, tapi masak sih ini kan hp butut tahun 2004. Masih ada yang doyan? apes aja kalo ambil hp ini dosanya sama harga nggak seberapa.

Tarik nafas sejenak, sambil membuang berbagai pikiran busuk jauh jauh. Mungkin jatuh di mobil ini juga. Lihat kebawah dekat kaki nihil...Mungkin terjatuh dan hp terseret kebawah jok...raba raba..nihil. Mungkin jatuh kebawah lalu hp terseret kedepan karene ketendang atau saat mobil mengerem. raba raba raba...ada. Alhamdulillah ternyata belum waktunya hilang. Terbayang kalau saja semua alur pikiran saya tadi terkatakan dengan lisan, saat semua orang jadi tersangka. Dan yang paling busuk justru kemungkinan hp jatuh di mobil justru terpikirkan di saat saat akhir. Sudah waktunya untuk merubah default setting kepala.

Cerita dua
saat berboncengan dengan istri naik sepeda motor. Tiba tiba sepeda motor sedikit oleng. Duduknya diem dong!!! sambil sedikit menoleh kebelakang. Diem kok dari tadi juga, hmmm...Liat ke ban belakang wuih.....kempes. Setingan kepala besar ini kenapa ya kok selalu mencari tersangka hehehe, apa ada hubungannya dengan garis keturunan keluarga yang banyak jaksa? Nah itu juga salah satu pola pikir mencari tersangka, menyalahkan garis keturunan hihihi, ayo mulai rubah setingan.

Cerita tiga...
Mindahin buku di atas meja kecil nggak tadi? ups...ada di dalem tas...Aduh masih belum berubah juga setingannya.

Cerita empat
Kayaknya masing masing pembaca tulisan ini juga punya pengalaman sendiri ya soal buruk sangka ini... Tuh kan masih belum berubah setingan kepalanya dengan beranggapan orang lain pun punya setingan pikiran yang diagonal. Astagfirullah, susah ya berubah itu.





Sabtu, Agustus 23, 2008

sms yang aneh

sms yang aneh diterima puku 06:52 waktu Indoesia Tengah

BCA
Disc 10% WINE di THE PEAK CONNOISSEURS Lobby Graha Equinox, Golden Lake Rest & Hotel Aston Tropicana Bdg, dg Kartu kredit BCA. Info 4228888, syarat dan ketentuan berlaku.

apa yang aneh?
Aneh karena sebagai pengguna kartu kredit BCA rasanya saya tidak pernah men'ceklist' option untuk ikut pesan promo lewat HP. Lain halnya kalau saya baca iklan di koran atau nonton di tv.

Kalaupun saya menceklist option setuju dikirimi pesan iklan konten sms iklan ini pun lucu. Sebagai bank besar tentunya punya data nasabah, walaupun mungkin tidak sampai hobby atau minatnya apa tentunya data agama ada disana kan. Google mail saja bisa menampilkan iklan yang kontekstual dengan konten e-mail kita. Dan harusnya pihak bank ini juga tahu dari data agama user, saya nggak nge'wine'. Lain halnya kalau saya baca di koran atau nonton di tv yang ditujukan khalayak ramai.

Teman kerja saya di Bali pun tentunya tidak akan berkata "Pri makan babi guling di kedewatan yuk". Atau mungkin nge'wine' sudah jadi kelaziman ya buat muslim jaman sekarang? Ya silakan saya nggak ikut ikut. It is ok to say no.




Mas Agnes

Mas Agnes

Honda Vario pink dikendarai seorang 'mbak' yang juga berhelm pink. Sayangnya tasnya tidak berwarna pink juga, tapi tas silver yang bentuknya cukup 'nggak'.
Untuk mbak mbak yang bersepeda motor saya sarankan pilih tas yang kasual aja deh. Jangan tas aneh yang tidak nyaman dipakai dan juga kurang nyaman dilihat.

Kita sepakati saja mbak ini kita namai mbak Agnes, walaupun rupanya tidak seperti Agnes Monica model klan sepeda motor ini. Mbak Agnes pasang lampu sen kiri di jalan raya Payangan Gianyar Bali, kota kecamatan utara Ubud yang sekarang sering masuk tv karena katanya telah dijangkau sinyal salah satu operator seluler baru . Payangan sebagai kota kecamatan sebenarnya sama dengan Ubud yang juga kota kecamatan ,tapi kalah populer sehingga hotel hotel yang ada di Payangan pun mengklaim dirinya berada di Ubud, Alila ubud, Como Sambhala Ubud, padahal lebih tepatnya Payangan. Ternyata mbak Agnes sama sama mampir di pom bensin, berada dua antrian di depan honda supra x 125 merah saya. Diantaranya ada honda kharisma biru silver yang bodinya mulai acak acakan.

Mbak Ages menepikan motornya di pom bensin, mematikan mesinnya. Memindahkan posisi tas silver bertali pendek yang menggantung di bahunya ke arah depan. Membuka tangki bensinnya sambil berpindah posisi. Mengisi bensin seharga 15 ribu sambil melihat pemandangan sekitar. Mengembalikan kembali posisi jok dan menutup tangki bensinya. Lalu duduk kembali di posisi semula. Membuka resleting tasnya, mengeluarkan dompet warna coklat, menutup resleting tasnya. Lalu membuka resleting dompetnya, mengeluarkan selembar lima puluh ribu rupiah. Petugas pom bensin dengan cukup sigap mengembalikan 3 lembar sepuluh ribuan dan satu lembar 5 ribu rupiah.

Mbak Agnes menerima uang kembalian dengan santai, menghitung lembar demi lembar. Setelah cocok dihitung lalu dimasukan kembali ke dompet yang masih dipegangnya, membuka kembali resleting dompetnya memasukan uang kembalian. Lalu setelah semuanya tertutup membuka kembali resleting tasnya lalu memasukan dompetnya ke dalam tasnya.
Selesai? belum. Sebelum menyalakan kembali mesinnya menyempatkan diri melihat kaca spion untuk mengecek rambutnya? yang sudah jelas jelas tertutup helm. Mbak Agnes pun pergi dengan varionya.

Sempat sempatnya memperhatikan mbak Agnes? Barangkali aja blog ini dibaca juga pengendara motor seperti mbak Agnes. Kalau mbak Agnes baca blog ini ini saran saya buat mbak Agnes. Siapkan uang sebelum isi bensin, dari rumah saat bensin tinggal 1 bar. Uang dari dompet biasanya sudah saya keluarkan, kalo ada uang pas lebih bagus. Kalaupun tidak disiapkan dari jalan, ada waktu saat antri buat menyiapkan uang.

Saat bensin diisi segera bayar jika tidak dengan uang pas, biar si petugas bisa siapkan kembalian saat bensin diiisi. Kalaupun anda menganggap tidak seharusnya bayar sebelum bensin diiisi full perlihatkan saja uangnya dulu biar dia bisa siapkan kembaliannya. Kalau si petugas ternyata cukup sibuk dan repot saat menyiapkan uang kembalian. Majukan dulu motor anda biar antrian di belakang bisa sedikit maju. Lumayan mengurangi waktu orang lain yang terbuang karena ulah kita yang sibuk sendiri.

Mbak agnes kadang berganti motor dan helm juga, yang artinya bukan cuman satu mbak Agnes, kadang saya temui juga mas Agnes. Mudah mudahan anda tidak termasuk mas Agnes.



Senin, Juli 21, 2008

Indocement awards

Buat para pemburu hadiah, ada sayembara desain arsitektur menarik. Dengan hadiah 25 juta rupiah, 15 juta,10 juta dan3 pemenang harapan 3 juta rupiah. Architectural artwork berupa furnitur di ruang publik yang tentunya menggunakan material beton.

Jadwal:
Pendaftaran 9 Juni - 1 September 2008.
Penyerahan akhir materi lomba 15 September.
Presentasi 4 November 2008
19 November Pengumuman.

Juri:
Ir T. Yoyok Wahyu, UGM
Ir. Yohannes Karyadi, UNPAR
Fransisca Wungu, Tabloid RUMAH
Ir. Sabar Sundarelawan, Indocement
Dr. Ing. Ir.Heru W. Purbo, ITB
Dr. Dudy Wiyancoko, ITB
Ir. Yori Antar, Arsitek

Buat lebih jelasnya silakan di kunjungi situs http://www.indocementawards.com

Maksimal 1 orang 3 desain. Jadi anda berkesempatan dapat 50 juta rupiah. menarik!

Nonton Bioskop

Masih ingat kapan pertama kali nonton bioskop? Atau layar tancap? Sewaktu kecil saya sungguh percaya tv uwak di sebelah rumah bisa mengeluarkan kuda. Waktu itu tv rumah kami masih hitam putih. Sewaktu TV berwarna uwak (kakaknya Mamah) diantar dengan mobil box dengan adegan kuda melompat keluar tv. Kalau main ke sebalah saya selalu menunggu kapan kuda itu akan keluar. Sewaktu acara pernikahan om di Baturaa, dan ada acara memotong Sapi. Sayapun berpikir sepertinya asik kalau kepala sapi itu dijadikan topeng, Kita bisa jalan jalan dengan kepala sapi. Jalan pikiran bocah kecil memang susah ditebak, konon supaya tetap kreatif kadang kadang kita musti berpikir ala bocah kecil.

Keputusan pergi ke Bandung yang mendadak, membuat saya tidak sempat buat cari oleh oleh untuk dibawa ke Bandung dari Bali terutama buat tiga ponakan, yang terakhir baru lahir 3 bulanan lalu. Padahal waktunya bertepatan dengan liburan anak anak sekolah usai pembagian rapot. Oleh oleh bukan barang wajib memang, tapi rasaya suka ada yang kurang kalau waktu pertemuan dengan keluarga yang relatif jarang ini tanpa oleh -oleh. Liburan musim panas di negara empat musim ini bertepatan dengan diluncurkannya film Kungfu Panda. Animasi 3D anak anak untuk semua umur. Sepertinya oleh oleh yang menarik untuk hadiah kenaikan kelas Salma dan Kahfi yang baru naik kelas, Nadwa adiknya baru berumur 3 bulan. Sepertinya nonton Bioskop, seperti judul salah satu lagunya Benyamin S. bisa menarik nih buat ganti oleh-oleh sekaligus hadiah kenaikan kelas.

Salma naik ke kelas 2 SD. Kebetulan, Kahfi yang baru naik dari TK kelas B ke kelas A belum pernah nonton bioskop. Walaupun dia mengaku ini bukan kali pertamanya. Setelah dikonfirmasi sama Ibu Bapaknya ternyata dia belum pernah masuk bioskop.Hmmm mungkin Kahfi memang nggak bohong, dia cuman sekedar bercanda. Anak anak ini memang lagi seneng senengnya bikin kalimat retorik? Becanda apa bohong? Jadi kalau sekedar becanda, boleh bohong. Kalo Salma mengaku ini kali keduanya yang pertama dulu nonton di musemum Geologi katanya (walaupun ini juga bukan bioskop komersial, tapi bisa dibilang sama sama gelap berproyektor).

Nonton bioskop akan berbeda dengan nonton tv, ngga bisa pipis ngga boleh bolak balik. Tanpa pengkondisian (baca :training singkat) ditakutkan mengganggu penonton lainnya. Seperti tingkah seorang bocah rewel yang diajak orang tuanya nonton Ayat Ayat Cinta yang cukup menganngu kami waktu itu. Tindakan tidak bijaksana mengajak serta bocah kecil nnton film remaja dewasa, dan tentunya ulah bocah yang mondar mandir dan mengusap ngusap setiap kepala orang di depannya cukup menggangu penonton lainya. Takutnya kejadian seperti itu terulang disini, tapi filmnya kan cukup menarik harusnya sih aman.

Kata Salma, Kahfi itu kalo nonton suka tanya-tanya. Hmm...petunjuk yang bagus, kalo anak seumuran TK belum tentu menangkap jalan cerita film yang ditonton. Adegan tertentu yang bersifat aksi mungkin lebih menarik buat dia. Sebelum masuk kahfi sempat tanya kenapa sih musti antri beli tiket,dan dia juga minta liat posisi tempat duduknya dimana. Jaga jaga kebelet pipis pilih deket koridor biar aman. Sebelum film dimulai dua bocah kecil ini, dike wc kan dulu. Sebelum Kahfi sempat minta ganti film, nonton yang pocong aja yuk. Hmm...kebetulan ada dua film bertema pocong diputar. Itu buat orang dewasa anak kecil nggak boleh,tapi A'a berani kok nontonnya dengan tampang yakin.

Pintu teater 2 dibuka. Bergegas kami berempat, 2 bocah, 1 nenek, 1 om kombinasinya yang lumayan berbeda diantara kebanyakan abg penonton film pocong. Kok lampunya blum mati sih? Katanya lampunya mati kalau di bioskop (kata kahfi, dengan suara cukup keras). Ini tvnya gede banget ya? ada segede kulkas? Buat kahfi kulkas adalah benda yang lebih besar daripada tv di rumahnya. Lebih besar dong, kataku. Ini layarnya ada segede rumah a'a kira kira. Aaaahh....(Kahfi pasang tampang sinis), becanda apa bohong? halah..Lampu mulai mati, Kahfi bilang ke teh Salma teh pegangan biar nggak takut (sebenernya siapa ini yang takut). Seperti di teater 21 lainnya film apapun termasuk anak anak ada thriller tentang sms untuk tahu judul film yang akan diputar, dan kebetulan ceritanya pocong. Dua bocah ini sibuk...yang satu tutup mata, yang satu tutup kuping. Teh Salma kok tutup kuping? Iya kan kalo mata bisa perem kalo telinga kan ngga bisa dimatiin. Iya juga sih.

Kungfu Panda dimulai. Kahfi masih terkesan dengan thriller pocong tadi, Teh teh di sekolah teteh ada pocongnya nggak? mangkannya jangan bawa hp buat sms nanti lampunya mati ada pocongnya (dengan tampang meyakinkan). Seumuran gini emang lagi seneng bikin kesimpulan sendiri, yang jelas pesannya tidak tersampaikan. Saat film dimulai Kahfi lebih tertarik dengan bagaimana cara bioskop bekerja. Ada lampu dibelakang, liat liat itu ada lampu dibelakang, sementara lampu lainnya mati. Iya itu filmnya semprot ke layar. Sepertinya dia belum sadar kalau Kahfi sedang berada dalam sebuah tv raksasa yang diproyeksikan dari belakang. Selagi adegan action perhatian dan tawa masih bisa fokus ke layar. Tapi begitu alur melambat, Kahfi mulai memperhatikan sekeliling lagi. Ada lagi lampu yang nyala, lampu penunjuk kursi, ada nomernya. Dan Kahfi pun kembali melihat kebelakang dan mulai menghitung nomer nomer yang menyala itu.

Untungnya sebagian besar film ini beradegan laga yang mudah dicerna dengan durasi yang tidak terlalu lama. Dan sampai film selesai tidak ada insiden yang heboh.
Buat sebagian anak kecil menonton film memang menarik, diluar perkiraan saya ternyata buat anak kecil yang ini memperhatikan bagaimana bioskop bekerja jauh lebih menarik. A'a ngerti ngga filmnya? Ngerti...(dengan tampang yakin), si Panda kan jagoan ciat ciat ciat (memperagakan gerakan silat). Sementara Salma yang sudah SD yang sudah bisa baca teks film sudah bisa menceritakan kembali film tadi dengan baik. Bagaimana menceritakan intro kungfu Panda yang surealis dengan panning ala samurai jack, sepertinya jauh lebih sulit dari menderitakan ceritanya.


Sabtu, Juli 05, 2008

Bandung Update

Setelah sejak Desember lalu ke Bandung akhir Juni ini berkesempatan ke Bandung menengok Mamah yang mulai sehat kembali, setelah kena stroke ringan gara gara jambal roti (racun buat penderita hiperensi) seharga 1000 rupiah dari tukang sayur yang lewat. Beberapa memori sempat hilang dan mulai pulih kembali, bicara yang sempat kelu sudah normal 10o%, Tinggal kaki yang masih harus 'euntreup'(baca:hinggap) kalo harus berjalan jauh. Dan kebetulan buat menghadiri acara pembagian hadiah Sentul City Sanctuary home, green design di mall Paris van java (nanti di posting selanjutnya). Alhamdulilah juara 1 masih dengan tim trio kwek kwek yang sama, fajar , ika dan si m'pri.

Apa yang berubah dari Bandung? Sejak tinggalkan Bandung 2003, frekuensi ke Bandung ya sekira 6 bulan sekali. Banyak hal baru yang tadinya nggak ada jadi ada. Beberapa diantaranya,

Pengamen makin banyak.

Sabtu pagi nongkrong di depan rumah, dihitung hitung ada sekitar 6 kali 'genjrengan' dawai gitar pengamen dipetik. Padahal rumah di Bandung termasuk komplek perumahan di pinggir kota dan bukan jalan utama pula. Sebaiknya pintu depan ditutup, kalau tidak mau 'digenjrengi 'terus terusan. Sepertinya untuk sekedar mengamen di Bandung perlu jemput Bola ke rumah rumah. Bertolak belakang dengan pengalaman kami saat makan siomay di Denpasar beberapa waktu yang lalu, sempat dibuat terheran heran saat si pengamen mengembalikan uang Rp 1100, 2x500 rupiah receh, dan 100 rupiah receh, yang kebetulan ada di dompet. Rejeki kok ditolak? Mungkin karena dikira 300 rupiah? Uang rp 100 yang jatuh dari saku pun masih saya pungut. Teringat ceramah Pak Bahrum Baehaqi sewaktu kuliah subuh di masjid Al Muhajirin, jambu yang jatuh pun jangan ditendang atau diinjak injak, kita tidak tahu dari mana rejeki yang membawa barokah itu, kata pa Ustad ini (memang sebaiknya dibuat kompos saja, biar jadi pupuk yang barokah)

Mall update
Baru sekali ini ke PvJ di Sukajadi. Silakan dibilang si m'pri kampungan atau udik. Yang jelas si m'pri emang bukan anak mol. Waktu yang pendek saat cuti di Bandung lebih asyik buat dihabiskan di rumah menghabiskan waktu selonjoran di kursi panjang sambil minum air putih. Situasi PvJ agak berbeda dengan mall atau pusat perbelanjaan lainya di Bandung, kalau di tempat lain banyak tipe kaosan/jaket ala distro di Pvj banyak yang datang dengan cukup niat. High heels dan baju bermotif grafis retro terbaru ala iklan soyjoy (yang tentu saja blum musim di Bali, bahan seperti ini belum masuk di toko toko kain jalan Sulawesi, Denpasar). Cukup niat untuk sekedar nonton atau belanja. Sebagian besar pengunjung konon datang tidak jauh dari pintu tol terdekat, Pasteur, dari Jakarta. Memang tempat ini sangat menunjang buat nongkrong dan Jajan dengan ruang terbuka yang cukup banyak selain di Ciwalk. Yang jelas tempat main di Bandung sudah semakin konsumtif, ruang publik yan gratisan tidak ada tambahan. Berita terakhir gosipnya, Babakan Siliwangi pun akan kena gusur? gila. Coba liat deh google earth atau wikimapia daerah situ hanya strip hijau yang sedikit sekali diantara hutan batan dan tembok. Kembalilah ke jalan yang lurus hai pemimpin Bandung, jalan lurus yang kiri kanannya berpohon besar. Bukan jalan lurus ala jalan braga dengan sempadan 0 dan perbelanjaan di sepanjangnya, karena braga pun ada matinya. Kalaupun mau buat sesuati disana? sayembarain aja, kita pasti ikut & buat sesuatu yang green disana win-win solution.

Jemput bola tempat Belanja
Masih ingat waktu kecil saat belum jamannya mall, Belanja bulanan biasanya ke Kosambi. Buat anak kecil belanja bulanan cukup menyenangkan buat sekedar dapet cemilan atau kaos bersablon mobil balap. Sekarang hampir di setiap sudut sudah digempur dengan pusat Belanja. Baru sekali ini masuk mtc ( metro trade center). Yang ini pasarnya sepertinya membidik pasar seperti pasar baru bandung. Yang menarik ada foodcourt dengan ruang yang cukup lapang, wifi area, dengan saung saung tempat makan di area bentang lebar yang juga bisa disewa untuk perpisahan, arisan atau undangan. Sebentar lagi ada kolam renang besar di rooftopnya. Tempat ini cukup dekat, kurang dari 2 km dari rumah yang dulu di sisi kota dengan sawah sawah di sekitarna. Jadi di sekitar margahayu raya ini sudah terkepung dengan carrefour, makro, borma, hypermart, griya, pasar tradisonal juga ada. Tinggal cari uangnya saja, yang mau dibeli sih selalu ada.

XC di kompleks perumahan
Sabtu pagi nongkrong di depan rumah. Serombongan Bapak bapak tua muda beroutfit lengkap, jersey warna warni, helm, sepeda hardtail sebagian diantaranya fulsus. Bergembira saat melalui polisi tidur di depan rumah. Susah cari tanjakan atau turunan di perumahan padat, polisi tidur juga cukup menghibur. 6 bulan lalu pemandangan ini belum ada, yuk sepedaan.

Pengguna helm sepeda meningkat
Orang bandung termasuk urutan pertama soal gaya, termasuk gaya yang salah kaprah. Pengguna helm sepeda sebagian besar bermerek United, produk asli buatan cina ini sebelumnya dibandrol dengan merek prowel cukup laris di Bandung. Ajaibnya, dipakai bukan oleh pengguna sepeda, tapi sepeda motor. Mungkin karena harga helm sepeda yang ada di kisaran 120 ribuan ini dipandang cukup murah daripada helm motor. Soal safety? Jangan tanya. Hel sepeda tidak dirancang untuk benturan dengan momentum keras, sekali jatuh melindungi kepala struktur pelindung akan berubah (dari situs prowel), dan tidak aman untuk digunakan kembali. Mau gaya atau mau aman? orang Bandung mungkin pilih yang pertama.

Ibu ibu bermotor listik
Karena bbm yang terus melambung motor listrik yang juga bisa dikayuh ini mulai ramai digunakan. Kelihatannya untuk jarak pendek, wara wiri di kompleks perumahan dan juga jalan raya. Gawatnya, tanpa pelindung keselamatan sama sekali. Tanpa helm karena bukan kendaraan bermotor (artinya bebas tilang), dan tentunya tanpa helm sepeda juga (sementara pengguna sepeda motor memlilih helm sepeda)

Gowesan ke tempat kerja meningkat
Saat sore nangkring di seputar Soekarno Hatta,jam orang pulang kerja. Pengguna sepeda ke tempat kerja meningkat. Tanpa baju warna warni apalagi helm sepeda berbentuk aneh. Jaket lusuh topi pet, dengan sepeda beragam ontel, bmx, mtb. Bukan karena lifestyle bike to work, bukan semata untuk mengurangi polusi udara, tapi sepertinnya naiknya harga bbm tidak banyak memberi pilihan buat para pekerja pabrik, naik sepeda atau uang habis di ongkos.
Angkot naik rata rata 500 rupiah
Angkutan kota rute pendek-sedang rata rata 2500 rupiah. 6 bulan lalu masih 2000-an. Naik taksi jadi bukan hal mewah lagi di Bandung. Misalkan 4 orang bepergian 3 kali naik angkot tambah ongkos becak. sudah menghabiskan 2500x12(angkot) + 2x3000 (becak) = 36 ribu, naik taksi tidak akan jauh berbeda ongkosnya.

Tukang jajanan di mana mana
hampir setiap sudut, ada bebagai tukang jualan dengan berbagai menu baru yang beragam. Nggak akan susah cari makanan di Bandung. Kalau 100 orang Bandung disebar di seluruh Indonesia untuk bertahan hidup di kota yang baru dikenalnya. Yang pertama dipikirkan jualan makanan apa ya yang belum ada di sini.

Pilkada
Poster pilkada dimana mana, banyak taman dadakan konon untuk mempertahankan posisi walikota sebelumnya. Masih ber-KTP Bandung namun dipastkan tidak akan ikut memilih. Golput? Bukan karena golput, tapi memang tidak ada tps online, atau lewat sms. Pilkada bisa merubah Bandung lebih baik?tidak yakin. Kok pesimis? obyektif dan pesimis itu beda. Banyak orang pintar, banyak SDM tangguh, pakar urban, pakar lingkungan, pakar sampah, banyak narasumber yang tidak bisa berkontribusi banyak untuk Bandung, karena tidak didengar atau tidak cukup bersuara, saya sendiri kurang paham.

selamat tinggal Bandung...
atau sampai jumpa lagi?
kok jadi bingung? dibenci dan dicintai.
Ya semoga saat ketemu lagi semakin baik (mmm.....masih pesimis)