Sabtu, Agustus 23, 2008

Mas Agnes

Mas Agnes

Honda Vario pink dikendarai seorang 'mbak' yang juga berhelm pink. Sayangnya tasnya tidak berwarna pink juga, tapi tas silver yang bentuknya cukup 'nggak'.
Untuk mbak mbak yang bersepeda motor saya sarankan pilih tas yang kasual aja deh. Jangan tas aneh yang tidak nyaman dipakai dan juga kurang nyaman dilihat.

Kita sepakati saja mbak ini kita namai mbak Agnes, walaupun rupanya tidak seperti Agnes Monica model klan sepeda motor ini. Mbak Agnes pasang lampu sen kiri di jalan raya Payangan Gianyar Bali, kota kecamatan utara Ubud yang sekarang sering masuk tv karena katanya telah dijangkau sinyal salah satu operator seluler baru . Payangan sebagai kota kecamatan sebenarnya sama dengan Ubud yang juga kota kecamatan ,tapi kalah populer sehingga hotel hotel yang ada di Payangan pun mengklaim dirinya berada di Ubud, Alila ubud, Como Sambhala Ubud, padahal lebih tepatnya Payangan. Ternyata mbak Agnes sama sama mampir di pom bensin, berada dua antrian di depan honda supra x 125 merah saya. Diantaranya ada honda kharisma biru silver yang bodinya mulai acak acakan.

Mbak Ages menepikan motornya di pom bensin, mematikan mesinnya. Memindahkan posisi tas silver bertali pendek yang menggantung di bahunya ke arah depan. Membuka tangki bensinnya sambil berpindah posisi. Mengisi bensin seharga 15 ribu sambil melihat pemandangan sekitar. Mengembalikan kembali posisi jok dan menutup tangki bensinya. Lalu duduk kembali di posisi semula. Membuka resleting tasnya, mengeluarkan dompet warna coklat, menutup resleting tasnya. Lalu membuka resleting dompetnya, mengeluarkan selembar lima puluh ribu rupiah. Petugas pom bensin dengan cukup sigap mengembalikan 3 lembar sepuluh ribuan dan satu lembar 5 ribu rupiah.

Mbak Agnes menerima uang kembalian dengan santai, menghitung lembar demi lembar. Setelah cocok dihitung lalu dimasukan kembali ke dompet yang masih dipegangnya, membuka kembali resleting dompetnya memasukan uang kembalian. Lalu setelah semuanya tertutup membuka kembali resleting tasnya lalu memasukan dompetnya ke dalam tasnya.
Selesai? belum. Sebelum menyalakan kembali mesinnya menyempatkan diri melihat kaca spion untuk mengecek rambutnya? yang sudah jelas jelas tertutup helm. Mbak Agnes pun pergi dengan varionya.

Sempat sempatnya memperhatikan mbak Agnes? Barangkali aja blog ini dibaca juga pengendara motor seperti mbak Agnes. Kalau mbak Agnes baca blog ini ini saran saya buat mbak Agnes. Siapkan uang sebelum isi bensin, dari rumah saat bensin tinggal 1 bar. Uang dari dompet biasanya sudah saya keluarkan, kalo ada uang pas lebih bagus. Kalaupun tidak disiapkan dari jalan, ada waktu saat antri buat menyiapkan uang.

Saat bensin diisi segera bayar jika tidak dengan uang pas, biar si petugas bisa siapkan kembalian saat bensin diiisi. Kalaupun anda menganggap tidak seharusnya bayar sebelum bensin diiisi full perlihatkan saja uangnya dulu biar dia bisa siapkan kembaliannya. Kalau si petugas ternyata cukup sibuk dan repot saat menyiapkan uang kembalian. Majukan dulu motor anda biar antrian di belakang bisa sedikit maju. Lumayan mengurangi waktu orang lain yang terbuang karena ulah kita yang sibuk sendiri.

Mbak agnes kadang berganti motor dan helm juga, yang artinya bukan cuman satu mbak Agnes, kadang saya temui juga mas Agnes. Mudah mudahan anda tidak termasuk mas Agnes.



1 komentar:

nisa mengatakan...

Halo, sudah lama gak mampir halaman berumput. Dukung gerakan gesit dan peka lingkungan.. hehe.. selain mas agnes ada juga mas dirly, mas komeng, mas didi petet, dan mas2 lain yang merepresentasikan pengendara motor.. ;)