Sabtu, Februari 24, 2007

Negeriku Negeri Legenda

Negeriku negeri Legenda

Terletak antar dua benua dan dua samudra tertulis berkali kali tertulis di buku IPS sejak sd hingga SMA, 6 derajat LS-11 derajat LU 95-141 derajat BT (hehe masih inget gw). Itulah negeriku negeri legenda, beda beda tipis sama negeri yang legendaris (belum? atau pernah?) yang jelas negeri ini kaya sekali dengan legenda.

misalnya cerita si malin Kundang ini




foto Malin sebelum dikutuak Bundo, by ikaku



Malin Kundang, Si kundang, Kondang.



Foto malin kundang setelah dikutuak Bundo, by ikaku
Salah satunya Batu Malin kundang di kota Padang Sumatera Barat ini. untuk mencapainya kita perlu mendaki berbagai tanjakan curam. Walaupun terletak tidak jauh di kota padang,letaknya yang di Balik bukit membuat pencapaian ke lokasi ini menarik.

Malin Kundang anak Durhako yang dikutuak Bundo, belakangan semakin legendaris setelah disinetronkan, tapi kok jadi pake dasi yah. Alkisah malin kundang yang pulang berlayar kembali ke kampungnya tidak mengakui ibunya yang miskin, sang Bundo murka dan mengutuk malin menjadi batu.

Cerita yangs sangat legendaris, begitu lekatnya hingga tak satupun anak di tanah Sumatra Barat yang diberi nama Malin, Apalagi dengan nama belakang Kundang. Nama Kundang sendiri justru menjadi nama yang cukup familiar di Jawa Barat. Tahun 80-an terkenal sebuah sandiwara radio di Bandung Si Kundang, dari radio Garuda FM. Ada hubungannya dengan Malin Kundang? apa Si Kundang ini Malin yang merantau ke tanah Sunda? Belakangan ini dikenal istilah dai kondang, penyanyi kondang, mungkin juga malin kundang diinterpretasi sebagai "The Famous Malin' Malin yang Kondang..

Akhir Desember 2006 ini saya berkesempatan melihat si Malin, ternyata Malin masih disana, merunduk terkutuk di tepi pantai. Sayangnya beberapa bagian ditambal dengan semen + ditambah beberapa tambang artifisial dari semen. Di belakang terdapat relief komplit cerita Malin Kundang.

Siapakah pencipta cerita Malin Kundang? tidak diketahui dengan pasti pencipta folklore ini, yang jelas cerita ini cukup efektif membuat perantau perantau Padang untuk tidak lupa sama ninik mamaknya dikampuang nan jauah di mato. Sebagai folklore cerita rakyat, cerita ini tersebar bukan saja di tanah padang tapi jauh di seberang lautan.

Legenda dan Lumpur Lapindo

Lompat sebentar ke Sidoarjo, teringat lumpur Lapindo jadi teringat berbagai legenda tentang danau danau di pelosok negeri ini. Lupa persisnya ini legenda danau apa, yang saya ingat saya baca di majalah Bobo waktu mulai belajar baca tahun 80-an. Cerita ini terpaksa saya baca karena ilustrasinya yang menarik, saya sendiri baru lancar baja sewaku SD, sewaktu TK menggambar jauh lebih menarik daripada membaca.

Seorang kakek tua pengembara yan singgah di satu daerah miskin kekuarangan air dan juga dipimpin penguasa dhalim yang kejam, sang kakek bermimpi pada satu malam dan esoknya dia mengetukkan tongkatnya di tanah kering lalu muncullah air yang tak pernah henti hingga saat ini menjadi danau yang menenggelamkan raja yang jahat dan menjadi mata pencaharian penduduk disekitarnya hing saat ini.

20tahun kemudian. Legenda yang terpaksa dibaca terjadi lagi dengan seting yang berbeda. Luapan lumpur dari sebuah lobang yang tak kunjung henti terjadi, bedanya yan ini bukan bacaan di buku yang ini nyata. Tidak ada kakek tua penggali sumur, yang ada penambang dhalim, yang lupa menenggelamkan penduduk sekitar.

Cuman ada yang kurang dari legenda ini ceritanya belum ada. Tertarik untuk mengarang legenda baru? peluang terbuka lebar...siapa tahu anda bisa sesukses pengarang Malin Kundang mencegah berbagai generasi selanjutnya jadi anak Durhaka. Mungkin kita perlu legenda baru supaya kita bisa sedikit saja bersahabat dengan alam, syukur syukur alam mau sahabatan lagi sama kita (bahasa anak sd-nya cantelan lagi).

Bahannya buat legenda baru cukup banyak selain miseri Lumpur Lapindo, Legenda meluapnya laut di ujung negeri,Ada Legenda Hilangnya Adam Air, Ada Legenda Tenggelamnya Ibukota. Tertarik? Tapi jangan harap jadi terkenal ya, legenda yang sukses tidak pernah membuat penulisnya terkenal.

Selamat datang di negeriku,negeri legenda.



1 komentar:

Prabham Wulung mengatakan...

wah aku suka nih dengan ulasan tenatng legendanya..
ya, mungkin 500 tahun lagi ada legenda tentang tamaknya manusia yang menyebabkan munculnya lumpur yang menenggelamkan banyak kota.. lumpur lapindo (atau lumpur bakrie?)