Tampilkan postingan dengan label simprisempre. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label simprisempre. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 15, 2014

Ustadz dan buah mangga busuk

Posting terakhir di blog ini bertahun 2010, wah lama juga ya. Jamannya letusan Merapi 2010, lalu kemarin di tahun 2014 ini ini giliran gunung Kelud meletus. Yang menarik berita berbagai musibah ini bisa kalah heboh dengan berita nggak penting tapi menarik minat banyak orang.

Saya tidak akan bercerita tentang gunung Kelud, biar ahlinya yang membahas. Blog ini akan diisi kalau ada sedikit rasa gatal di kepala, bukana karena ketombe tapi pikiran gatal yang kalau tidak dikeluarkan melalui ketikan jadi gatal. Empat tahun tidak di update lalu akan bercerita soal ustadz, ustadz? guru? Terlalu pendek untuk diceritakan dalam status facebook.

Ya, ustadz. Kata Pakde Rofi yang semasa mudanya sempat berguru ke Mesir, ustadz itu panggilan yang mulia. Pakde ini akan risih kalau dipanggil ustadz, guru ngaji itu lebih enak, ringan. Beberapa waktu lalu beredar video 'ustadz' ngamuk menolak ditilang, ada juga 'ustadz' ngamuk karena sound system kurang keras,  ustadz menampar murid ramai, ustadz jadi tersangka ramai lagi. Bener juga kata Pakde nama 'ustadz' itu mengandung tanggung jawab moril.

Yang menarik lagi, di era sosial media ramai juga orang berbagi tautan ustadz ustadz unik ini. Ada banyak sekali video ustadz ustadz di Youtube, tapi kenapa yang ramai dibagikan yang ngamuk ya? yang tausiyahnya bagus viewernya sedikit.

Ada yang salah nggak dengan ini?
Seolah kita berharap dan bertepuk tangan + joget jeruk kalau perlu ketika ustadz salah.
Ada yang salah dengan ini?
Jangan jangan sudah ada bibit benci ustadz di hati kita. Ustadz di seberang lautan tampak, Gajah di pelupuk mata out of macro focus. Ustadz tidak boleh salah sementara kita bermaksiat, berteriak memaki seenaknya.

Jadi daripada berbagi tautan ustadz berjoget jeruk ini (yang alhamdulillah belum ada) , lebih baik saya berbagi chanel video youtube ustadz langganan saya yang ketika dipanggil kapanpun selalu siap, syaratnya satu ada koneksi internet. Jadi walaupun anda tinggal di Denpasar yang masjidnya sedikit, atau sebuah kota di timur tengah yang masjidnya banyak tapi bahasanya belum bisa dimengerti. Kehadiran ustadz Youtube ini membantu sangat proses belajar yang tidak boleh berhenti. Semoga ustadz-ustadz ini selalu diberkahi waktunya, selalu sibuk dengan aktfitas yang bermanfaat. Beberapa sudah sering tampil di tv beberapa mungkin belum pernah lihat. Ustadz yang main sinetron tidak saya masukan disini, ustad yang sudah sering tampil di tv juga tidak saya masukan disini, kan sudah pada kenal kalo yang sering tampil.


Ustadz Dr. Khalid Basalamah MA, 
Ustad muda asal Makassar alumnus universtias Madinah yang sekarang tinggal di Jakarta. Videonya di youtube lebih dari 120 video. Kajian hadist, fiqih, sirah. Warna vokal ustadz ini menarik serak serak berat wawasannnya luas, walaupun layout dan grafisnya belum maksimal, 120 video dari 'official channel' nya belum sempat saya tonton semua rata rata berdurasi satu jam videonya bisa ditonton disini. Jangan terlalu berharap ustadz ini akan menghibur dengan guyonan lucu, nada bicaranya tegas, lugas, referensinya jelas. Situs pribadi ustadz Khalid bisa diakses disini

Ustadz Dr. Mustafha Umar LC.MA,
Santri Gontor asal Riau alumnus Al Azhar, ceramahnya bisa disaksikan di chanel Youtube Tafaqquh . Nada bicaranya tinggi rendah naik turun ,Audiensnya sangat lebar dari bapak bapak di Pemerintahan, Polisi dan Militer, hingga ibu ibu pengajian. Range audiens yang beragam tidak mengurangi ketegasan pesan yang disampaikan. Kajian rutinnya di Riau, terkadang diiukti juga oleh murid muridnya dari Malaysia. Situs pribadi ustadz Mustafha  bisa diakses disini


Ustadz Abdul Somad LC MA. 
Alumnus Al Azhar masih dari Pekanbaru Riau juga, Suaranya Ganteng, membawakan ceramahnya dengan rileks, dan kadang berisi guyonan yang menghibur yang tidak mengurangi bobot tausiyahnya, cocok dengan pendengar yang berlatar madzhab syafii. Ceramahanya bisa ditonton chanel tafaqquh. 






Ustadz Abdullah Yasin
Ustadz asal Riau juga yang banyak mengisi tausiah di negeri Jiran Malaysia. Banyak mengisi kajian tafsir. Gaya bicaranya seperti 'atuk' kakek dari Melayu, hangat dan lembut. Beliau akan membaca arti dari ayat yang dibaca dengan nada seperti pantun melayu yang unik. Videonya tersebar diupload oleh peserta kuliah kuliahnya. Semoga ilmu 'atuk' UAY melalui videonya menjadi amal yang tiada putusnya. Videonya bisa disaksikan disini




Ustadz Felix Siauw.
Susunan kalimatnya rapi, keluar dengan runtut mengingatkan saya dengan pukulan Wing Chun yang bertubi tubi. Ustadz muda lulusan IPB ini bisa membawakan kajian islam dalam tataran Ideologi dengan logis dan ringan. Ustadz yang sering tampil botak dengan batik ini juga rajin bersilat ciat mencuit di twitter menulis buku dan mengisi berbagai kajian. Ceramah youtube nya banyak diunggah oleh para peserta ceramahnya, bisa di tonton disini.

Ustadz Bachtiar Nasir
Ustadz alumnus universitas Madinah yang satu ini cukup sering main ke Bali. Bukan untuk piknik dan liburan. Tapi berkeliling dari satu masjid ke masjid lainnya. Ceramah ustad penggagas MIUMI yang sangat sadar pentingnya dokumentasi ceramah  ini di youtube banyak diunggah oleh lembaga yang diasuhnya AQL, bisa ditonton disini. Ceramah jum'at yang singkat menjadi sangat menarik dibawakan oleh ustadz Bachtiar Natsir.


Daripada berbagi video ustad ngamuk, masih banyak video ustad yang bermanfaat. Ada manga manis dan mangga busuk di meja samping saya sekarang. Mangga mana yang akan dibagikan untuk sahabat? tetangga? mangga busuk? untuk sekedar berbagi 'ih lucu ya ini mangga busuk'. Akan selalu ada mangga busuk, tapi rasanya ada yang salah ketika kita bergermbira berbagi mangga busuk. Atau jangan jangan hanya mangga busuk yang kita punya?






Minggu, Maret 22, 2009

maaf sedang tidak musim

Tulisan di rak buah buahan di supermarket
Maaf sedang tidak musim, rasa kurang manis.
Barang kurang berkualitas, dan dilalabeli kurang berkualitas.

Teringat kalimat dalam khutbah jum'at kemarin "Muhammad SAW adalah seorang yang rendah diri." Pak ustad ini rupanya sulit membedakan antara rendah hati dan rendah diri, yang jelas sih maksudnye rendah hati ya pak saya koreksi, rendah diri identik dengan kurang percaya diri dan sekitarnya. Selama 30 tahun lewat menapak bumi ini banyak tipe manusia yang ditemui, masih dihubungkan dengan rendah hati atau rendah diri tadi, kalo dibagi bagi ada beberapa tipe.

high quality, high profile.
Tipe orang seperti ini punya track record yang bagus di bidangnya. Karena track recordnya bagus, cukup bangga dengan prestasinya. Pingin jadi caleg, aktivis parpol, motivator, harus punya kepribadian seperti ini. Tidak segan segan untuk berbagi kisah sukses dan pengalamannya baik ditanya ataupun tidak. Bagus? bagus bagus saja, bisa berpengaruh banyak untuk memotivasi lingkungan sekitar atau setidaknya lawan bicara, kurang bagusnya kalau sedikit kurang kontrol bisa dianggap sombong. Kalau punya bakat bawaan high profile bisa dibantu dengan mengontrol nada bicara dan nada suara, jadi walaupun isi pembicaraan berbobot jauh dari kesan sombong.

high quality, low profile.
Berkualitas sama seperti tipe pertama. Bedanya? biasanya banyak kejutan di orang tipe seperti ini. Yang dia ceritakan tidak sepenuhnya benar, pembohong? Bukan. Kualitas yang ada sebenarnya jauh lebih baik dari yang dia ceritakan. Bukan karena tidak percaya diri tapi mungkin lebih membaca lawan bicara yang diajak bicara, lebih mendengar. Jadi tidak perlu semua yang diketahuinya diceritakan, apalagi sekedar untuk mencitrakan 'high quality'. Bertemu dengan orang seperti ini kadang membuat saya menyesal, andai saya tahu sebelumnya kalo dia pakar di bidang itu, pasti pembicaraan kita akan lebih menarik.

low quality low profile
Rendah hati karena merasa tidak punya kelebihan. Padahal tidak mungkin rasanya ada orang yang tidak punya kelebihan, hanya mungkin belum sadar saja potensi dan kelebihannya.

low quality high profile
Hihihi...dimulai dengan hihihi dulu karena biasanya tipe seperti ini punya gaya bicara yang meyakinkan, menceritakan semua pengalaman dan hal yang dia tahu. Tidak jarang membanggakan teman atau apapun yang punya hubungan dengan dirinya. Tipe seperti ini asyik buat diajak ngobrol, karena membuat kita banyak tertawa dalam hati. (hihihi).

Anda termasuk tipe yang mana?
Jangan jawab sendiri, tanya orang terdekat dan orang terjauh. Soal low profile atau high profile bisa jadi sudah bawaan lahir, low quality atau high quality yang harus terus di upgrade.





Selasa, September 23, 2008

Buruk Sangka

Buruk sangka sifat bawaan manusia? iyakah? entah manusia yang lain tapi yang pasti sifat bawaan pemilik blog ini. Kadang tidak kenal waktu dan tempat muncul saat tidak diduga duga. Mudah mudahan hanya dalam pikiran saja, tidak sampai terkatakan dengan lisan. Sifat bawaan ini memang musti diimbangi dengan kontrol lisan yang baik. Kalau tidak wuiss...bisa runyam. Ada bagusnya punya sifat ini, jadi lebih waspada, sedikit curiga, seperti kucing liar yang merespon setiap gerakan kecil tangan kita padahal hanya sekedar menggaruk kepala.

Buruk sangka dalam arti postif waspada bisa jadi modal bagus untuk terus bertahan hidup. Kalau kelebihan,...ya agak merepotkan.Apalagi kalau setiap buruk sangka dalam pikiran kita terkatakan dengan lisan atau dalam pikiran seperti di sinetron indonesia ditambah ekspresi suram walaupun bibir terkatup rapat pemirsa di depan tv bisa mendengar apa yang kita pikirkan. Untungnya pemirsa di depan tv dan adegan tv berbeda alam, repot kan kalau alur pikiran si buruk sangka tadi dikonfirmasi.

Cerita satu

Contoh kecil buruk sangka si empunya blog ini. Dalam perjalanan dari Bandara Cengkareng ke Bandung dengan kendaraan travel saya kehilangan hp. HP lama sejak 2004, saat mendekati subuh dan hendak mengabarkan pada orangtua sebentar lagi masuk Bandung merogoh saku jaket ternyata HP hilang. Blam...Sebagai seorang yang belum pernah kehilangan hp cukup membuat kaget, karena saya tidak pernah mencoba mengingat nomor nomor telpon di address book hp saya.

Di dalam mobil saat itu hanya saya seorang supir, seorang bapak dan istrinya juga seorang anak kecil. Otomatis pikiran busuk ini menjadikannya sebagai tersangka, lalu cepat cepat dihapus lagi. Kayaknya ngga mungkin orang tadi tutur bicaranya halus, datang dari jauh, ada anak kecil,rasanya cukup merepotkan dan sempet sempetnya kalo ngambil. Kemungkinan lainnya hp jatuh di bandara, kayaknya ngga mungkin sebelum menuju mobil hp masih ditangan dan menanyakan posisi mobil ravel dimana. Kemungkinan ketiga pak supir? kayaknya lebih nggak mungkin lagi sedari tadi sibuk di depan. Kemungkinan keempat tadi sewaktu rehat di tol saat semua orang turun saya tidur di mobil, sempat juga mendengar suara pintu buka tutup berkali kali. Hmmm jangan jangan ada orang lain yang masuk dan sempet ambil hp, tapi masak sih ini kan hp butut tahun 2004. Masih ada yang doyan? apes aja kalo ambil hp ini dosanya sama harga nggak seberapa.

Tarik nafas sejenak, sambil membuang berbagai pikiran busuk jauh jauh. Mungkin jatuh di mobil ini juga. Lihat kebawah dekat kaki nihil...Mungkin terjatuh dan hp terseret kebawah jok...raba raba..nihil. Mungkin jatuh kebawah lalu hp terseret kedepan karene ketendang atau saat mobil mengerem. raba raba raba...ada. Alhamdulillah ternyata belum waktunya hilang. Terbayang kalau saja semua alur pikiran saya tadi terkatakan dengan lisan, saat semua orang jadi tersangka. Dan yang paling busuk justru kemungkinan hp jatuh di mobil justru terpikirkan di saat saat akhir. Sudah waktunya untuk merubah default setting kepala.

Cerita dua
saat berboncengan dengan istri naik sepeda motor. Tiba tiba sepeda motor sedikit oleng. Duduknya diem dong!!! sambil sedikit menoleh kebelakang. Diem kok dari tadi juga, hmmm...Liat ke ban belakang wuih.....kempes. Setingan kepala besar ini kenapa ya kok selalu mencari tersangka hehehe, apa ada hubungannya dengan garis keturunan keluarga yang banyak jaksa? Nah itu juga salah satu pola pikir mencari tersangka, menyalahkan garis keturunan hihihi, ayo mulai rubah setingan.

Cerita tiga...
Mindahin buku di atas meja kecil nggak tadi? ups...ada di dalem tas...Aduh masih belum berubah juga setingannya.

Cerita empat
Kayaknya masing masing pembaca tulisan ini juga punya pengalaman sendiri ya soal buruk sangka ini... Tuh kan masih belum berubah setingan kepalanya dengan beranggapan orang lain pun punya setingan pikiran yang diagonal. Astagfirullah, susah ya berubah itu.





Senin, Juli 21, 2008

Nonton Bioskop

Masih ingat kapan pertama kali nonton bioskop? Atau layar tancap? Sewaktu kecil saya sungguh percaya tv uwak di sebelah rumah bisa mengeluarkan kuda. Waktu itu tv rumah kami masih hitam putih. Sewaktu TV berwarna uwak (kakaknya Mamah) diantar dengan mobil box dengan adegan kuda melompat keluar tv. Kalau main ke sebalah saya selalu menunggu kapan kuda itu akan keluar. Sewaktu acara pernikahan om di Baturaa, dan ada acara memotong Sapi. Sayapun berpikir sepertinya asik kalau kepala sapi itu dijadikan topeng, Kita bisa jalan jalan dengan kepala sapi. Jalan pikiran bocah kecil memang susah ditebak, konon supaya tetap kreatif kadang kadang kita musti berpikir ala bocah kecil.

Keputusan pergi ke Bandung yang mendadak, membuat saya tidak sempat buat cari oleh oleh untuk dibawa ke Bandung dari Bali terutama buat tiga ponakan, yang terakhir baru lahir 3 bulanan lalu. Padahal waktunya bertepatan dengan liburan anak anak sekolah usai pembagian rapot. Oleh oleh bukan barang wajib memang, tapi rasaya suka ada yang kurang kalau waktu pertemuan dengan keluarga yang relatif jarang ini tanpa oleh -oleh. Liburan musim panas di negara empat musim ini bertepatan dengan diluncurkannya film Kungfu Panda. Animasi 3D anak anak untuk semua umur. Sepertinya oleh oleh yang menarik untuk hadiah kenaikan kelas Salma dan Kahfi yang baru naik kelas, Nadwa adiknya baru berumur 3 bulan. Sepertinya nonton Bioskop, seperti judul salah satu lagunya Benyamin S. bisa menarik nih buat ganti oleh-oleh sekaligus hadiah kenaikan kelas.

Salma naik ke kelas 2 SD. Kebetulan, Kahfi yang baru naik dari TK kelas B ke kelas A belum pernah nonton bioskop. Walaupun dia mengaku ini bukan kali pertamanya. Setelah dikonfirmasi sama Ibu Bapaknya ternyata dia belum pernah masuk bioskop.Hmmm mungkin Kahfi memang nggak bohong, dia cuman sekedar bercanda. Anak anak ini memang lagi seneng senengnya bikin kalimat retorik? Becanda apa bohong? Jadi kalau sekedar becanda, boleh bohong. Kalo Salma mengaku ini kali keduanya yang pertama dulu nonton di musemum Geologi katanya (walaupun ini juga bukan bioskop komersial, tapi bisa dibilang sama sama gelap berproyektor).

Nonton bioskop akan berbeda dengan nonton tv, ngga bisa pipis ngga boleh bolak balik. Tanpa pengkondisian (baca :training singkat) ditakutkan mengganggu penonton lainnya. Seperti tingkah seorang bocah rewel yang diajak orang tuanya nonton Ayat Ayat Cinta yang cukup menganngu kami waktu itu. Tindakan tidak bijaksana mengajak serta bocah kecil nnton film remaja dewasa, dan tentunya ulah bocah yang mondar mandir dan mengusap ngusap setiap kepala orang di depannya cukup menggangu penonton lainya. Takutnya kejadian seperti itu terulang disini, tapi filmnya kan cukup menarik harusnya sih aman.

Kata Salma, Kahfi itu kalo nonton suka tanya-tanya. Hmm...petunjuk yang bagus, kalo anak seumuran TK belum tentu menangkap jalan cerita film yang ditonton. Adegan tertentu yang bersifat aksi mungkin lebih menarik buat dia. Sebelum masuk kahfi sempat tanya kenapa sih musti antri beli tiket,dan dia juga minta liat posisi tempat duduknya dimana. Jaga jaga kebelet pipis pilih deket koridor biar aman. Sebelum film dimulai dua bocah kecil ini, dike wc kan dulu. Sebelum Kahfi sempat minta ganti film, nonton yang pocong aja yuk. Hmm...kebetulan ada dua film bertema pocong diputar. Itu buat orang dewasa anak kecil nggak boleh,tapi A'a berani kok nontonnya dengan tampang yakin.

Pintu teater 2 dibuka. Bergegas kami berempat, 2 bocah, 1 nenek, 1 om kombinasinya yang lumayan berbeda diantara kebanyakan abg penonton film pocong. Kok lampunya blum mati sih? Katanya lampunya mati kalau di bioskop (kata kahfi, dengan suara cukup keras). Ini tvnya gede banget ya? ada segede kulkas? Buat kahfi kulkas adalah benda yang lebih besar daripada tv di rumahnya. Lebih besar dong, kataku. Ini layarnya ada segede rumah a'a kira kira. Aaaahh....(Kahfi pasang tampang sinis), becanda apa bohong? halah..Lampu mulai mati, Kahfi bilang ke teh Salma teh pegangan biar nggak takut (sebenernya siapa ini yang takut). Seperti di teater 21 lainnya film apapun termasuk anak anak ada thriller tentang sms untuk tahu judul film yang akan diputar, dan kebetulan ceritanya pocong. Dua bocah ini sibuk...yang satu tutup mata, yang satu tutup kuping. Teh Salma kok tutup kuping? Iya kan kalo mata bisa perem kalo telinga kan ngga bisa dimatiin. Iya juga sih.

Kungfu Panda dimulai. Kahfi masih terkesan dengan thriller pocong tadi, Teh teh di sekolah teteh ada pocongnya nggak? mangkannya jangan bawa hp buat sms nanti lampunya mati ada pocongnya (dengan tampang meyakinkan). Seumuran gini emang lagi seneng bikin kesimpulan sendiri, yang jelas pesannya tidak tersampaikan. Saat film dimulai Kahfi lebih tertarik dengan bagaimana cara bioskop bekerja. Ada lampu dibelakang, liat liat itu ada lampu dibelakang, sementara lampu lainnya mati. Iya itu filmnya semprot ke layar. Sepertinya dia belum sadar kalau Kahfi sedang berada dalam sebuah tv raksasa yang diproyeksikan dari belakang. Selagi adegan action perhatian dan tawa masih bisa fokus ke layar. Tapi begitu alur melambat, Kahfi mulai memperhatikan sekeliling lagi. Ada lagi lampu yang nyala, lampu penunjuk kursi, ada nomernya. Dan Kahfi pun kembali melihat kebelakang dan mulai menghitung nomer nomer yang menyala itu.

Untungnya sebagian besar film ini beradegan laga yang mudah dicerna dengan durasi yang tidak terlalu lama. Dan sampai film selesai tidak ada insiden yang heboh.
Buat sebagian anak kecil menonton film memang menarik, diluar perkiraan saya ternyata buat anak kecil yang ini memperhatikan bagaimana bioskop bekerja jauh lebih menarik. A'a ngerti ngga filmnya? Ngerti...(dengan tampang yakin), si Panda kan jagoan ciat ciat ciat (memperagakan gerakan silat). Sementara Salma yang sudah SD yang sudah bisa baca teks film sudah bisa menceritakan kembali film tadi dengan baik. Bagaimana menceritakan intro kungfu Panda yang surealis dengan panning ala samurai jack, sepertinya jauh lebih sulit dari menderitakan ceritanya.


Senin, Februari 18, 2008

Bangau Putih dan si Kerbau besi

Bukan kali pertama saya melihat pemandangan lucu ini saat bersepeda di sekitar desa Sedang Utara Denpasar. Kerumunan bangau putih, bkelok sawah (ardeola speciosa) di sekitar sawah tegalan basah yang baru mau mulai diolah de sela sela warna warninya hamparan bunga pacar air . Bukan pemandangan yang aneh juga kan, kerumunan bangau putih memang berdomisili tidak jauh dari sini. Desa Petulu Ubud adalah markas besar mereka, setiap pagi mereka menyebar ke seluruh penjuru Bali. Dan sesaat sebelum matahari tebenam, terbang kembali ke deretan pohon yang panjangnya kurang dari tiga kilometer sepanjang jalan desa yang asri ini. Kalau sedang berkunjung ke Bali coba sempatkan melihat pemandangan menarik saat merea berbondong bondang pulang kandang membentuk formasi tertentu. Matahari terbenam mungkin bisa dilihat dimanapun, tapi pemandangan homecoming ini sudah mulia jarang.

Jadi apa lucunya kalau dikatakan bukan pemandangan yang aneh? Lucu karena penyebab berkerumunnya si bangau ini adalah sebuah traktor tua berwarna orange yang pagi itu belum juga dinyalakan sementara si Bangau sudah mulai berkerumun. Mungkin pak taninya sedang memupuk lahanya dengan 'urea' alami di pojokan yang lain.

Di pelajaran biologi SMP tidak aneh kalau burung burung sawah bersimbioisis mutualisma dengan Kerbau air. Bangau memakan kutu kutu di pundak kerbau kerbau bersih dari kutu bangaupun kenyang. Di petakan sawah ini bangau putih bsersimbiosis dengan si kerbau besai yang berkaki besi pula, tidak melenguh tapi mengularkan suara sput-sput-sput dan kupalan asap kecil dari lobang knalpotnya.

Saat traktor dinyalakan si bangau sibuk ambil posisi, dan..wah ajaib. Bangau tadi beramai ramai mengikuti jejak si kerbau besi. Dari tanah tanah yang dibolak balik si kerbau besi. Mereka berebut melahap apapun, serangga air, belut, ikan ikan kecil, katak. Tanpa perlu berepot repot menyisir seluruh isi lumpur. Sayangnya sepedaan hari itu nggak bawa kamera.

Kalau bangau putih bisa bersahabat dengan si kerbau besi, Kenapa ya manusia suka enggan bersahabat dengan alam dan mengahabiskan semua rumah mereka yang melata, yang beterbangan, yang bersembunyi . Masih banyak orang yang melihat ular sawah berteriak benci! bunuh! Tanpa sadar mulai memutus bagian kecil dari rantai panjang yang tidak masuk untuk dijejalkan di kepala bodoh ini.



Selasa, Januari 22, 2008

Apakah anda Jerapah Berleher Pendek?

Setelah beberapa minggu absen blogging gatel juga akhirnya, apalagi tergelitik dialog via yahoo mesenger dengan seorang teman. Tentang suasana lingkungan kerjanya ang menurut saya agak 'unik'. Kawan lama ini mengeluhkan lingkungan kerjanya yang kompetitif. Lingkungan kerja yang kompetitif bukannya seharusnya seharusnya sehat?

Ternyata tidak diujung seberang sana. Masing masing individu yang bekerja di perusahaan tersebut punya kelebihan masing masing, entah penguasaan software atau memang kelebihan skill lainnya. Setiap individu tersebut merasa kelebihan, atau keterampilan yang dimiliki sebagai nilai tambah keunikan mengapa dia ada di perusahaan organisasi tersebut. Satu point dalam sebuah cv saat aplikasi kita dilirik adalah, adanya nilai lebih. Ada yang aneh dengan kalimat ini?

Tidak,
tidak ada yang aneh. Setiap orang seperti pemain bola tentu punya nilai lebih masing masing. Ada yang jago di bola mati, ada yang jago mengumpan, ada yang jago diving, Ada yang jago menggocek bola.Yang aneh adalah bila si hebat sebut saja demikian tidak mau berbagi spesial skillnya (anda boleh tidak setuju). Si empunya spesial skill berpendapat kalau dia membagikan pengetahuanya pada teman temannya maka dia tidak menjadi spesial lagi, seperti pendapat jika semua karyawan jujur maka jujur bukan kelebihan lagi. Jika semua orang bisa programing maka saya tidak dibutuhkan lagi. Jika semua orang bisa mendesain grafis, maka desainer grafis tidak dibutuhkan lagi, jika semua orang bisa photoshop skill ini bukan nilai lebih lagi.

Apakah anda termasuk orang seperti itu? Jika ya bertaubatlah. Pertama kesempatan anda untuk membagi ilmu sudah anda buang, ilmu yang dibagi bagi adalah amal yang tiada putusnya dalam Islam. Atau mungkin anda termasuk orang beranak shaleh yang optimis ana anda mendoakan anda kelak,atau anda termasuk orang berharta banyak yang hartanya bermanfaat untuk orang banyak.

Kedua anda takut untuk bersaing, orang yang takut bersaing dan berpikiran negatif adalah orang tidak sehat. Dalam teori evolusi Darwin (jika pun ada, dan benar) anda akan masuk dalam barisan jerapah gemuk berleher pendek, yang lambat laut akan punah.

Ketiga anda takut untuk belajar. Dengan tidak membagi pengetahuan yang anda punya karena takut semua punya skill yang sama berarti anda takut untuk belajar sesuatu yang baru. Dengan membagi bagi spesial skill kita seluruh team akan terupgrade wawasannya. Dan kalaupun spesial skill anda anda bagi semuanya ada faktor lain yaitu latihan, expertise, keahlian yang tidak akan terkejar dengan mudah karena frekunsi latihan anda, sebegitu picik dan kecilkah volume otak anda?

Dalam sebuah
tulisan creative seed coroflot dua point yang menarik saat kita bekerja alam sebuah lingkungan pekerjaan yang 'sehat' yaitu untuk mengajarkan sesuatu yang kita punyai dan berteman dengan orang yang mempunyai skill yang tidak kita punyai. Yang kedua terdengar oportunis? Oportunis tidak haram dan tidak ada yang salah dengan itu selama dilakukan dengan fair play & tidak kena jebakan offside. Dengan berteman dengan orang yang mempunyai skill yang bebeda ita pengetahuan kita akan bertambah lebar.

Berbagi skill untuk apa? Untuk keselamatan sendiri tentunya (masih dengan kacamata oportunis). Dalam dunia kerja profesional sangat jarang sebuah pekerjaan diselesaikan oleh superhero semua sendiri, yang paling ringan dengan teamwork yang solid, Bayangkan jika spesial skill tersebut hanya dimiliki oleh anda sendiri seluruh beban pekerjaan akan jatuh pada anda sang superhero. mate' kan....

Yuk kita bikin lingkungan kerja yang sehat dengan berbagi tahu, mumpung kedelai lagi mahal.




Rabu, Desember 26, 2007

Nanti bertemu di terminal dua

Mengisi waktu luang dibandara Internasional cengkareng. Duduk, jalan, jalan berputar melihat tingkah polah orang. Terminal adalah tempat yang menarik untuk melihat titik ekstrim emosi orang. Tak heran berbagai adegan film banyak mengambil seting Bandata,sebut saja serial Si Doel anak sekolahan, AADC, dan banyak lagi. Ada yang yang dismbut dengan suka cita, ada yang dilepas pergi dengan berat hati. Seperti adegan beberapa hari yang lalu di terminal 2 Bandara Soekarno-Hata,yang kalo tag bagasi CGK-JKT. Mengisi waktu luang yang cukup lama akhirnya diisi dengan menyapu lantai seluruh terminal 2 dari ujung ke ujung dari atas ke bawah,dari terminal kedatangan dan kepergian.

Adegan di terminal kedatangan begitu menyenangkan, ada wajah wajah menunggu. Wajah yang sebenetar lagi melambai tangan dan melepas senyuman yang lega setelah yang ditunggu tiba. Ada pelukan ucapan selamat untuk para atlet berseragam kuning yang baru pulang dari SEA-GAMES 2007 di Thailand. Suasana di terminal ini menyenangkan, berbagai aura emosi kecerian sepertinya ikut menular. Dari kepadatannya yang menunggu di terminal kedatangan di lantai satu terminal dua ini lebih padat dari terminal keberangkatan.

Di terminal keberangkatan walapun lebih lenggang, banyak pemandangan yang bertolak belakang. Ada rombongan perempuan muda berseragam berkerudung hitam puih.Dari tatapan di matanya sepertinya tidak ada rasa aman, mungkin sedag gundah mungkin memang resah. Mereka inilah para pahlawan devisa yang diberangkatkan PJTKI, perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia. Yang memakai seragam biasanya TKI baru, tak aneh tampangannya masih fresh dan celingukan. Duduk bergerombol dan tak ingin memisahkan diri dari kepompoknya. Tidak lebih dari 10 jam lagi mereka akan berpisah dari kelompoknya tanpa tahu harus mengadu kemana. Tidak satupun kerabat atau sanak saudara yang mengantar mereka.

Adegan lain lebih menyedot emosi lagi. Seorang bapak yan dilepas keluarganya, Seorang Istri, Ibu, dan dua anaknya. Anak kecil yang menggenggam senjata mainan organik FN. Anak yang sedari tadi digendong sang ayah menangis ketika dilepas dari gendongannya. Istri si Bapak mencoba menenangkan si kecil, si Kakak juga ikutan menenangkan si ade. Bapak itu sekilas melihat jadwal keberangkatan lalu kembali ke rombongan pengantarnya. Berbincang sejenak tak lama melihat jam dibalik jaket kulit coklatnya, Berbincang sejenak sambil melihat jam lagi. Sepertinya berat untuk meninggalkan mereka semua. Dari barang bawaan yang dibawa bukan perjalanan yang pendek. Raut muka si Bapak muda ini tak jauh berbeda dengan raut muka perempuan bersegaram tadi. Muka datar yang dicoba untuk tenang. Trolly pun akhirnya didorong setelah melihat jam untuk kesekian kalinya. Bocah pemegang pistol FN masih belum bisa tenang dan ingin mengejar, ditahan dan dipeluk ibunya.

Saya hanya menyaksikan dari bangku samping mereka sambil berkata dalam hati. Sesudah pelukan ini jangan lihat kebelakang lagi ya pak. Si bapak sudah sampai di ujung antrian membawa setumpuk bagasinya. Jangan lihat kebelakang pak...Dengan sudut matanya Bapak muda ini masih menengok ke samping belakang, sekali. Lalu dengan tengokan yang lebih tegas lagi kedua kalinya masih dengan tatapan yang sama.

Saya bukan lagi bocah dan belum jadi ayah, Tiba tiba terjepit berada di situasi seperti ini seperti seperti tersedot emosi si bocah dan si bapak muda,menyedot keduanya sekaligus dan menyesakan dada. Sepertinya harus pindah duduk, menghabiskan waktu di terminal kedatangan sepertinya jauh lebih menyenangkan. Teringat pesan seorang teman, jangan khawatir m'pri mereka yang nganterin itu nanti yang bakal jemput pas balik lagi. Pesan yang sementara ini berlaku buat saya tapi justru tidak berlaku buat dia.

Semuanya memang hanya sementara, hanya masalah seberapa lama sementara itu.

Kamis, Desember 20, 2007

creativetrees.com yang kurang kreatif

Ramai ramai industri kreatif. Dari mulai menteri, pendidik, mahasiswa kepala daerah sibuk membicarakan industri kreatif. Menarik, gerakan yang positif, siapa yang tidak tertarik dengan ekonomi kreatif. Semoga tidak menjadi gerakan seperti ternak jangkrik, ternak cacing yang sempat ramai beberapa waktu lalu. Yang heboh dengan keuntungan yang dijanjikan, tetapi perlahan lahan menghilang. Kata om Roy mah gelaja sesaat cenah.

Industri kreatif musti digiatkan dengan cara yang kreatif juga. Yang menarik beberapa saat lalu saya temukan tautan dari sebuah situs berita tentang sebuah situs creativetrees.com, Dari namanya saja saya tebak ini sebuah situs yang menarik seperti sebuah pohon yang dihuni banyak kera, kera yang kera-tif. Tertarik untuk bergabung dang langsung subsribe.

Wah ternyata asumsi saya salah besar. Saya langsung teringat pada sekolah beternak cacing dan jangkrik dulu. Kenapa? anda bisa membacanya syarat syarat untuk bergabung dengan creativetrees.com ini disini. Ada tiga tipe member yang ditawarkan. Student, Profesional, dan Corporate. Untuk student keanggotaanya Rp 600.000 setahun, Profesional Rp 1.200.000,00 dan Corporate 2.400.000,00 setahun.

Mahalkah?
Relatif, Kalau anda desainer mapan uang segini tidak ada artinya, tapi kalau anda mahasiswa desain saya akan memilih yang gratis. Dengan uang sebesar 600.000 saya lebih memilih untuk memantain domain sendiri dengan hosting gratisan ataupun bayar. Hal ini yang mengingatkan saya pada sekolah beternak jangkrik, saat ada heboh heboh ramai ramai industri kreatif semua orang ingin ikut menyemarakan (baca:mencari keuntungan) dengan cara yang kurang kreatif (baca:tidak kreatif).

Tidak gratis:
Situs yang dimiliki
PT. Oktagon Citra Mandiri dengan admin Wirjadi Lorens ini sepertinya akan tertinggal dari beberapa hal. Orang sangat tertarik dengan kata gratis. Wirjadi Lorens ini lupa sepertinya dengan hal ini.

Untuk siapa/Target pasar?
Situs ini untuk siapa? Dunia profesional ? user? Ataukah jembatan antara Pemakai industri kreatif dengan pelaku industri kreatif seperti klaim mereka "A bridge between creative people and talent seeker, a portfolio showcase, a medium for creativity to present your work to the internet audience?" Dari biaya gabung yang cukup mahal untuk mahasiswa kreatif, saya vonis situs ini bukan untuk kalangan kreatif yang belum mapan. Bagus atau jelek? Saya harus vonis lagi ini buruk, justru situs semacam ini harus membuka sayap selebar lebarnya untuk menampung berbagai maca portfolio dari para pelaku industri kreatif, tua muda, mampu bayar atau tidak. Selagi ada akses internet.

Keberlangsungan.
Bahasa kerennya mah sustainability. Kenapa banyak orang memakai gmail atau yahoo mail termasuk di kartu namanya, atau bahkan urusan pekerjaan. Bukan karena gaya (lebih gaya kalau dengan domain sendiri). Tapi karena situs situs raksasa ini gratis dan sustainable. Situs ini butuh biaya operasional tentunya, darimana mereka mencari biaya operasionalnya? tentunya bukan dari user. Google mail tidak akan sebesar sekarang jika tidak gratis. Tapi dari iklan dan berbagai skema iklannya yang menarik banyak orang seperti Google Ads.

Sekedar pembanding:
Saat dimana informasi menyebar begitu cepatnya, bukan saatnya lagi untuk berkata. Waaah jangan dibandingkan dengan mereka dong kami kan pemula. Jangan takut untuk membandingkan karya kita dengan orang lain. Saya coba bandingkan creativetrees.com ini dengan coroflot.com .Di coroflot com, semua bisa bergabung tanpa ada pembedaan kelas (gratis) ini yang menyebabkan orang yang bergabung terus bertambah, unlimited portfolio update, badge untuk di personal website, fasilitas forum/pool untuk orang dengan minat tertentu. Selain coroflot masih ada indocg.com untuk para penggemar 3d dan digital art dalam negeri, fotografer.net untuk para penggemar fotografi dalam negeri, deviantart.com untuk berbagai karya kreatif di berbagai bidang, yang menyediakan opsi untuk bergabung dan mempublikasikan karya kreatif anda di dunia maya, sekaligus mendapat masukan.

Kelebihannya apa?
Apakah ada kelebihannya?di situs creativetrees.com sebagian besar pemasang lowongan kerja untuk berbagai bidang industri kreatif ini berada di Indonesia. Agak rancu juga, kenapa tidak sekalian berbahasa Indonesia.

Industri kreatif selayaknya digiatkan dengan cara yang kreatif pula. Jika tidak merubah strateginya segera creativetrees.com ini akan semakin tertinggal dari situs sejenis lainnya.

Terimakasih

Sekian lama tidak duduk di angkutan kota.Tinggi kursi yang hanya sekira 30 cm-an cukup pendek, tapi anehnya sangat nyaman mungkin karena sudah lama tidak duduk dengan posisi seperti ini. Setelah hampir 4 tahunan beredar meninggalkan Bandung. Duduk di bangku tambahan lebih asyik lagi, dengan semilir angin dari pintu samping. Pernah suatu kali seorang penumpang yang sepertinya lupa mandi duduk di bangku tambahan ini, akibatnya bisa ditebak, bau badannya bisa saya cium tanpa harus mengendus-endus dari bangku terujung deka kaca belakang.

Angkutan Umum yang hijau, green public transport? Bukan hanya karena tidak ada AC yang mendinginkan ruangan tapi memanaskan bumi, tapi juga warnanya yang memang hijau, dan penumpangnya yang sesak, semakin sesak semakin green. Sementara sebuah jeep cherokee hijau di sebelah bangku tambahan saya hanya berpenumpang satu orang.

Lamunan tentang green public transport, atau apalah namanya dikejutkan dengan teriakan kiri nan cempreng dari seorang anak SMP berseragam putih biru. Lebih terkejut lagi waktu si anak SMP ini bayar ongkos angkutan kota ini sambil bilang, Terimakasih.

Kaget, karena belm pernah sebelumnya saya mendengar anak SMP bilang terimakasih saat turun dari angkutan kota. Seringkali malah melihat debat antara penumpang angkot dan sopir /darimana/kurang 500/leumpang we atuh/deket kok. Dan belum pernah terpikir untuk bilang terimakasih. Sejak melihat anak SMP kemaren itu mau mulai di biasakan ah, Ti Buahbatu, Nuhun Kang...(Kayaknya kalaupun bayarnya kurang hati pa supir ikutan senyum). Kirang kang...(sambil senyum juga).


Rabu, Desember 12, 2007

Pura pura jujur

Hari ini pura pura jujur. Perpanjangan SIM di Polwitabes Bandung Jalan Jawa perpanjangan SIM C saya yang habis Januari 2008. Berhubung banyak rencana saya bulan depan SIM ini saya urus sebulan lebih cepat Desember 2007 ini. Kenapa saya sebut pura pura jujur, soalnya SIM sebelumnya selalu diurus lewat biro jasa bouche sekira 200 ribuan datang langsung foto, tunggu beberapa saat lalu pulang. Rekor tahun lalu kurang dari setengah jam, hebat kan. Tahun ini pura pura jujur sambil mengisi waktu cuti. Berapa lama sih untuk mengurus sim pura pura jujur seperti ini.

GERBANG DEPAN
Datang pagi pagi sekali sekira jam setengah sembilan di pintu masuk jalan Jawa.Sudah disambut seorang polisi berbadan tegap. "Mau urus SIM de? "(baru cukuran kumis jadi dibilang ade). "Iya Pak". "Sudah tahu tempatnya", "Udah, ke klinik dulu ya?" (sok tahu,baca dari blog dakota23). Iya diujung sana. Bapak ini tidak menawarkan kemudahan apapun loh, salut buat polisi seperti ini, polisi jujur, atau tampangku yang pura pura jujur keliatan ya. Langsung menuju bagian kesehatan, salah masuk ternyata ini bagian laporan kriminal. Di ujung sana de, (asiiik disebut ade lagi).

BAGIAN KESEHATAN, 08.35
Ternyata di bagian kesehatan ini tidak ada tulisan start, atau bagian kesehatan, atau mulai dari sini. Disini kita akan bertemu dr. Rita Ratnasari dan seorang petugas polisi berkumis. Tinggi berapa? 172?berat 75? golongan darah A. dr. rita pun memastikan saya sehat dengan melingkari form dengan tulisan sehat. Mungkin tampang saya memang kelihatan sehat, tanpa harus menyentuh memeriksa timbangan,mengukur tinggi, sudah jelas. Disini bayar 10 ribu pada petugas polisi tadi.

LOKET ASURANSI, 08.45
Langsung ke loket pendaftaran ya kata Pak Polisi tadi.
Waduh, dimana ya...Setelah bertanya. Loket ini adanya di koridor sebelah dalam. Lebarnya 1.8 meter dibatasi meja besar 0.9 meter tambah satu koridor lagi 1.5 meter. Sebelum saya sudah ada beberapa orang lainnya. Loket Pendaftaran masih tutup tapi sudah ada petugas di dalam katanya baru dibuka pukul 09.00. Koridor ini cukup kecil hanya total 3.2 meter dibagi dua, tapi jangan khawatir tak cukup tidak semua pemohon sim lewat jalur sini (baca jalur resmi). Selain saya disini ada banyak orang jujur lainnya (kalo saya kan hanya pura pura jujur). Ada dua orang ibu chinese berbahasa sunda lekoh, mas mas yang sudah siap ngantri dengan koran hari ini, satu orang bapak pegawai negeri, ada supir angkot yang lebih baik antri daripada bayar mahal.

WARUNG, 08.50
Beli map dulu dulu Pak. Lalu simpan di depan loket asuransi. Beli map warna biru di warung samping wc umum 2000 rupiah, pipis rp 1000,00. Jangan lupa fotokopi KTP Asli. Lalu kembali ke loket asuransi

LOKET ASURANSI. 09,00
Di loket asuransi ini. Surat sehat, dimasukan, nanti diminta fotokopi KTP. Lalu dimasukan ke loket pendaftaran. Seorang bapak terpaksa balik lagi ke warung kaena tidak pakai map. Dan sesudah beli map balik lagi ke fotokopian karena belum ada fotokopi KTP. Tidak ada keterangan apapun memang di loket ini.

LOKET 1, PENDAFTARAN
Di Loket Pendaftaran formulir diperiksa, surat sehat, fotokopi KTP asli, di jegreg jadi satu dokumen. Silakan ditunggu di loket pembayaran. Seorang anak kelahiran 91 disuruh pulang petugas karena hanya bawa fotokopian akte kelahirannya. Yang aslinya dibawa de.

LOKET PEMBAYARAN
Tertera jelas loket Pembayaran Biaya Min sim baru 75.000, perpanjangan 60.000, menurut UU no 31 tahun 2004, 5 Oktober 2004, hmm seharusnya PP no 31 tahun 2004. Yang dimaksud biaya min ini biaya minimal atau biaya administrasi ya? saya sih pilih jawaban pertama. Kalau salah tebak mohon maaf tulisannya cuman 3 huruf.
Selesai silakan tunggu di loket dua.

LOKET DUA 10.15
Di Loket dua yang tempat ujian tulis ini kita mengisi lagi data ulang lagi, nama ibu bapak, alamat penting dan lain. Selasai ..silakan bapak bapak ibu ibu menunggu panggilan di loket 6 tempat pemotretan kira kira pukul 10.45 bapak bapak bisa istirahat dulu setengah jam.

Cukup cepat masuk pukul 09.00 selesai diloket 2 dua ini pukul 10.15.Menunggu giliran foto di loket 6. Menuju loket 6 ini seorang petugas sipil berbaju biru menawarkan jasanya, perlu dibantu? mau cepat? makasih...Sampai salah masuk lewat pintu belakang saking semangatnya digiring.

LOKET 6 10.45
Menunggu giliran foto. Di loket 6 kita bisa melihat perbedaan signifikan jalur tol dan jalur angkot. Sering disalip. Yang menyalipnya bermacam macam. Para peserta jalan tol, bisa masuk lewat pintu belakang, atau lewat pintu depan dengan nyata di depan kami. Ada harga ada rupa.Mulai dari Pak Polisi gemuk berperut buncit yang selalu diberi senyum petugas yang dikuntit abg berambut gaul bertampang anak geng motor. Disalip berbagai calo dari biro jasa berpakaian sipil. Disalip berbagai macam titipan lainnya, hp petugas yang tiba tiba bunyi.." Sedang diurus pak...". Petugas sipil berbusana muslimah rapi pun sesekali melompat ke loket ini membawa berkas diikuti seorang pemohon. Petugas bernama so****in (artinya orang soleh ya.) di dada pun turut membawa titipannya, waduh terlalu banyak nama yang musti diingat. Bapak mau tunggu disini atau nanti saya antar tanya seorang petugas berseragam coklat pada bapak bapak berkemeja rapi? Wah ada jasa antar jemput juga. Pagi hari ini banyak sekali petugas jujur (yang sedang pura pura tidak jujur) yang melayani dan mengayomi. Melayani yang bayar tentunya.

Disini rombongan kami para pemohon SIM jalur MIN,para supir angkot, dengan tarif minimal harus tersenyum senyum kecut melihat berbagai atraksi di loket 6 ini. Tah jalan tol deui..., kata Pa Ncep yang sehari hari menarik angkot. Di loket 6 ini kita bisa melihat banyak muka baru yang tidak terlihat tadi pagi. Datang difoto dan pulang. Akhirnya sekira jam 11 an rombongan kami dipanggil foto, sekaligus.

Selesai di foto tunggu beberapa saat sekira jam sebelas seperempat (11.15 WIB) rombongan kami dipanggil semua dan selesai kecuali saya......haa...mana nih
Sabar menanti sambil melhat berbagai pemohon sim dengan mudahnya di rute cepat. " Pa Rasit". Pak Rasit bangkit dari duduknya difoto dan tak lama simnya pun keluar. Ada banyak pakrasit parasit lainnya diruangan berkoridor 3.2 meter ini. Pak punya saya kok belum keluar ya? saya difoto jam 10.30 loh... "Gak mungkin (petugas bernada tinggi), hanya 15 detik dari sana kesini kan online." ."Yang bareng sama saya sudah pada jadi semua pak? ""Coba bapak ke loket 7 Paling ujung."

LOKET 7
Mbak saya di foto 10.30 (padahal11.15) kok belum keluar juga ya. Ini KTPnya coba dicek mbak barangkali kelewat. Ah, masa sih? kata mba Polwan bernama Yanti Yulianti ini. Dia pun bergegas ke komputer. Lalu ngeprint dan laminasi. Busyeeettt,...ternyata dari tadi kesalip para peserta jalan TOL. Tanpa berkomentar si mbak ini pun menyerahkan ktp dan sim saya.

Adzan lohor bekumandang...SIM SELESAI
08.45-12.00, 3 jam 15 menit, biayanya.
LOKET kesehatan:Rp 10.000,00
Map Biru berkop polwitabes di warung: Rp 2.000,00
Pipis: Rp 1.000,00
Asuransi: Rp 15.000,00
Biaya Min: Rp 60.000,00
Fotokopi ktp di deket rumah Rp 300
Total, 78000
Cukup murah kan 78.000 sudah termasuk pipis. Masih belum sesuai sih dengan PP 31 tahun 2004 pendapatan kas negara untuk perpanjangan SIM 60.000 rupiah. Salah itung kata tio, setelah diitung ulang mustinya total Rp 88.300,00

Kalau males nunggu selesai foto dan pakai jalur standar silakan langsung ke loket 7. sambil bilang mbak saya difoto sudah lama bapak di loket 6 bilang apa mungkin nyangkut ya mbak?
Atau kalau ingin punya sim double? Silakan juga dicoba, Pak saya sudah tunggu lama apa mungkin nyelip ya belum di print?

Selasa, Desember 04, 2007

Ajari aku secara

Secara tumbuh itu ke atas, bukan ke samping. Begitu bunyi iklan susu Hi Lo.

Serasa menjadi salah satu dari pengembara ashabul kahfi yang tertidur lelap, berganti waktu berganti jaman. Sekonyong koyong menyalakan tv..lalu muncullah iklan ini.

Secara tumbuh itu ke atas, bukan ke samping.

Sungguh bingung pemakaian kata secara yang aneh ini. Apa ada diantara adik adik gaul yang bisa mengajarkanku yang tidak lagi abg ini pemakaian kata secara? Susah bener pakai kata secara, secara tidak wajar. Tolong dong kasih contoh kalimatnya yang lain tapi jangan secara baik dan benar yah, yang secara macam itulah.





Senin, Desember 03, 2007

Pikirkan yang terbodoh.


Kalau kebetulan nyasar dan jatuh di halaman ini dalam rangka hari AIDS sedunia 1 Desember, tolong bantu sebuah usulan untuk mengurangi angka penderita HIV AIDS di dunia. Tapi jangan beri ide lokalisasi dan penggunaan kondom untuk mencegah HIV AIDS ya, ini ide lama , berikan ide lain yang lebih kreatif .

Silakan beri ide konyol, bodoh atau apapun selain dua ide tadi, yang bisa mencegah penyebaran HIV AIDS. Ide konyol bodoh dan kreatif lebih dihargai aripada ide serius tapi konyol dan bodoh dan tidak kreatif. Leonardo da Vinci dipandang goblok dengan sketsa sepeda dan helikopter dan pesawatnya.

Katanya untuk berubah cepat kita perlu cara radikal dan fundamental (whuaa ngeri ya...nggak mengerikan kalo tahu artinya,…artinya cara cara mengakar yang kokoh yang sistematis). Bukan cara cara tambal jalan rusak dengan upil yang jelas tidak akan banyak berarti.

- Menyebar penderita HIV AIDS ke masyarakat. Bubarkan lokalisasi. Kelas akselerasi untuk dunia pendidikan sudah mulai ditingalkan di negara negara maju, supaya lebih inklusif dan belajar sosialisasi, hubungannya dengan HIV AIDS?Kata ekslusif yang dulu bermakna wah, sudah mulai ditinggalkan dengan konsep inklusif, hubungannya dengan HIV AIDS? Kontrol sosial dan keragaman itu perlu. Bayangkan kalau orang terdekat anda berada dalam posisi penderita HIV AIDS.
- Jangan pakai kondom, safe sex dengan istri (baca :bukan dengan pasangan, pasangan syah akan berpikir seribu kali buat selingkuh)
- Jangan Gunakan jarum suntik bergantian? ah ini ide lama. yang lebih radikal dong. Jangan gunakan jarum suntik sama sekali untuk ngobat. Kalau anda yang membaca tulisan saya ini pecandu, kerabat pecandu, orang tua pencandu,atau mantan pecandu tentu banyak sekali cara cara kreatif lainnya untuk menghilangkan akal. Tapi kalau anda sedikit lebih kreatif mungkin anda akan memilih untuk tidak menghilangkan akal.
- Gerakan nikah cepat tepat (menyegarakan menikah dengan calon istri atau suami yang tepat). - Gerakan sayang Istri, biar suami pikir seribu kali buat jajan diluar.
- Gerakan Sayang Suami, biar istri pikir seribu kali buat selingkuh-
- Menambah jam kerja untuk para suami atau istri yang jauh dari istri, Terilhami dari ide status ym seorang teman I do not need sex, daily business f*ck me everyday.
- Gerakan melompat lompat, jongkok berdiri, geleng kepala kiri kanan . (Ya buat membuang sisa sisa energi yang berlebihan)
- Bungkus kondom jangan digambari dengan foto atau gambar indehoy, Ganti dengan foto berbagai akibat HIV AIDS. Ide yang sama seperti pencantuman foto paru paru rusak di bungkus rokok. Wah ngga kebayang betapa mengerikannya bungkus kondom dengan gambar gambar.
- Ngeblog, sebarkan informasi sebanyak banyaknya.

Ya ada 10 usulan dari saya yang mungkin akan terus bertambah, masih semangat dengan kampanye kondom? Masih semangat ikutan gerakan basbang?





Minggu, November 25, 2007

Beres beres halaman

Beres beres halaman, kalau tidak di pelihara kan rumputnya panjang-panjang, kotor. Begitu juga si halaman berumput ini. Setelah setahun lewat ngeblogjob seratus postingan dah terlewati. Waktunya untuk bersih-bersih. Apa aja yang dibersiin.

Banner:
Narcis mode : on, Diambil dari seri foto I do blow job, i do blog job di teras rumah hasil Jepretan ikaku . Posenya terilhami dari posenya Almarhum Chairil Anwar, Kalo si Abang ini pakai sebatang rokok dengan muka jutek so'serius. Ini difoto dengan tampang rileks, dengan mainan yang tentu saja tak berbahaya karena aku bukan perokok. Main balon lebih mengasyikan loh, tapi agak malu memang kalo main balon di tempat umum. Tapi teman temanku yang mainannya berasap nggak malu tuh. Dipasang di banner maksudnya, bukan sekedar statement kampanye anti rokok, tapi juga kampanye hidup relaks nggak usah sok pemikir, homo ludens, dengan bermain berpikir fun otak lebih rileks dan ide ide kreatif lebih doyan untuk mampir. Kalau anda sependapat silakan diikuti main gelembung sabun di banner kalau nggak malu.

Huruf halaman berumput pake huruf kecil dengan' e' pepet dengan font ISOCT. Font yang jarang dipake karena tipis kaku dan aneh, (di dasari salah pencet dan belas kasihan pada font ini.. kasian sekali). Maknanya blog ini akan terus konsisten menulis hal hal tidak penting tidak aktual yang tidak diperhatikan orang banyak (...cie...huhuy...bunsoy lu m'pri...asbun asoy). Kecuali kepepet banget, gatel banget pengen maki hal aktual atau ada pembodohan publik yang keterlaluan.

XML:
Upgrade dari template standar blogger yang sebelumnya ke template baru XML. Buat orang orang awam seperti kami (baca:saya, mungkin anda tidak awam) ini sangat menolong. Jadi nggak perlu terlalu repot repot mengedit bahasa HTMLnya sambil trial & error. Menambah link jadi lebih enak, kategori/labels sekarang jadi kelihatan jumlah postingannya. Fasilitas yang dulu hanya ada di wordpress. Gara gara upgrade template ini semuanya jadi kacau balau link link yang sudah terkumpul terpaksa ditulis ulang lagi.

Di sidebar kanan masih sama seperti dulu, hanya dirapikan sedikit masing-masing masuk lacinya sendiri sendiri. Jadi kalau mau cari sesuatu lebih gampang. Sebenernya ini bukan hanya untuk disediakan untuk pembaca blog ini tapi buat saya sendiri juga. Huruf sedikit diperkecil dari template aslinya minima dark.

Labels
simprisempre. Sempre di kamus italy artinya selamanya. simprisempre, artinya...simpriselalu? isinya opini , omong kosong, cerita garing nan renyah.
Arsitektur.
yang berhubungan dengan arsitektur. Kadang serius kadang teramat tak penting.
Bali
Cerita sehari hari di bali, tentang bali
Lowongan kerja
Lowongan kerja arsitek, desainer. Isi diluar tanggung jawab simpri. Kadang titipan dari temen.
Jalan jalan
cerita jalan jalannya si mpri
Photoblog
males nulis, tapi pengen update blog. Jadinya foto tanpa terlalu banyak kata.
3d tips
Pertanyaan temen seputar 3d, render merender presentasi. Atau kalau baru belajar sesuatu dan pengen ngeshare di muat di label ini.
Photoshop tips
Tips tips photoshop sehari hari, semoga terus bertambah.

Ada yang baru, m a t a k u b e k u, kalo diterjemahkan ke bahasa inggris mentah-mentah jadi my freezing eyes. Slide foto foto yang diambil dari koleksi album flickerku. Sempat terbengkalai setahun lebih jarang upload ke flickr. Mampir ya kesana, silakan maki deh disana. Dengan dipasang disini semoga jadi lebih semangat lagi moto, sekedar vitamin otak dan vitamin mata buat melatih komposisi.

K e j a r k e r j a a n. Dari kerjaan sehari hari si cadmonkey yang memang selalu dikejar kejar. Dari koleksi lama & baru di coroflot yang diambil acak.

Link link baru, di blog ini dari dunia sehari hari saya arsitektur dan desain. Kalo ada yang bagus akan terus bertambah. Daripada disimpan di kepala, kapasitasnya terbatas, mendingan disimpan di halaman, di halamanku halaman berumput. Kalau ada tetanggya yang perlu tingal masuk halamanku, pagarnya tak digembok.









Sabtu, November 17, 2007

Dari Balik Bilik TPS Pemillu Ikatan Alumni ITB, Denpasar, Bali

Jum'at malam pukul 19:09 HP siemens saya melolong, Auuuuuuu...(ringtonenya memang lolongan anjing hutan)
Isinya pesan pendek dari Pak Baskoro Tedjo, Dosen pembimbing TA di arsitekur ITB tahun 2002 sekaligus mantan boss di Bandung 2002-2003. Sebelumnya sempet dengar sekilas tentang pemilihan ketua IA ITB dari blognya dosen informatika pak Rinaldi Munir.

pabas :Besok nyoblos Betty ya
simpri :katanya kemaren sempet ke Bali ya sehari?Buat yang jauh jauh kaya kita (di Bali) apa ada coblosan online ngak ya.
pabas :Aku masih di bali,minggu baru pulang. Besok mo coblos di Renon.

Akhirnya minta tolong mbah google dapat nomor telpon IA ITB Bali dengan kontak Bagus John S, Made Wijaya
Jl. Seruni No.29 Denpasar – Bali 60233. Telp. (0361) 235 338.Fax. (0361) 753 809

tit tut tet tut teet tutt ( 6 digit angka dipencet)

simpri : Halo apa betul ini sekretariat IA ITB Bali..
mbak X : Nggih.
simpri : Jalan Seruni itu dimana ya mbak, saya cari di peta Bali kok munculnya di klungkung. ada juga jalan Senuri?
mbak X : Eh, deket mriki di deket Polda Bali.
simpri : (waduh dimana tuh..ya)...Kalau mau coblos disitu apa di Renon ya?
mbak X :Langsung aja kesana, orang sekretariatnya sudah pada pergi dari pagi.
simpri : Mulai jam berapa ya mbak?
mbak : Ya diatas jam sepuluhan dah..langsung mriki ke PLN renon (dengan logat Bali yang kental)

Akhirnya kamipun bergegas ke Renon sambil mampir di bubur ayam Pak Lik, tepat di depan monumen Bajra Sandhi. Ternyata bubur ayam udah habis berganti Siomay Bandung. Selesai dari sana langsung ke PLN. Sudah ada beberapa tampang alumni ITB, di lantai tiga. Waduh sepertinya udah sepuh sepuh, tapi masih bersemangat muda. Ketemu temen lama pada semangat. Sempet berkenalan dengan Pak Budiman EL 75 yang semasa kuliah dipanggil Ade.

Sempat betemu juga dengan mas Erwin AR 90 yang baru buka usaha sendiri selepas lama bergabung dengan GKA Bali, ketemu mbak Prita,dari Area Designs (heheh ini mah sekantor). Ada anak arsitek 2003 juga Dino dari GFAB sanur Bali, dan Indah AR dari Bensley Design Studio. Wah istriku yang angkatan 99 sepertinya gagal jadi pencoblos termuda.


mas Erwin dan mba Prita lagi isi formulir pendaftaran. Langsung daftar langsung coblos, gampang ternyata.



Saya dan istripun akhirnya mendaftar disitu saat itu juga mendapat kartu suara dan, sempat lihat lihat brosur. Ada brosur bu Betti (1),Om Hatta(2), Pa Boyke(4) kandidat lainnya Zaid, dan Pak Hengki ngga ada di brosurnya. Maaf deh jadi tidak saya pertimbangkan buat dpilih. Hanya 3 kandidat yang saya pertimbangkan.



Langsung menuju bilik suara, Ini fotonya. Di samping Pak Budiman EL 75,yang baru 6 bulan bertugas di PLN Bali.sedang coblos surat suara juga. Saya sendiri baru colok nomer 1. Waduh kok dibilang bilang, bilik alumunium KPU jadi berubah acrylic transparan dong. K

Habis coblos, sms ke temen yang kebanyakan belum tahu kalo hari ini ada pemilihan ketua IA ITB.

Kenapa kupilih tante Betti?

-SMS hihihi. Kalo ngga di sms Pak Bas mungkin aku nggak tahu ada pencolokan di Bali. Kalo diperhatikan lebih jauh ini juga jadi strategi kampanye tante Betty. Memberdayakan masa mengambang di luar lingkaran alumni yang sudah sering aktif di IA. Terlihat jelas dengan pencantuman tata cara pemlihan di brosurnya tante Betty.
-SMS dari Ibu mertua, Jangan pilih yang politisi, kenapa ya? hmmhm...inget ketua IA yang sebelumnya kali ya?
-Kalo ada kaos sebenernya boleh juga, tapi ngga ada tuh.
-Layout brosurnya paling terdesain. Dengan dua belas lipatan yang masih bisa masuk di saku kemeja saya. Buat saya design does matter. Detail does matter. Kertasnya tipis, environmental friendly.
-Jalur standar, aagh ini jalur standar Alumni SMAN 3 Bandung dan AR ITB 79. Sedangkan saya AR 97 dari SMA yang sama, angkatan kita berkebalikan angkanya ya Bu. Sama sekali bukan alasan yang penting sih kalau ada kaos mungkin saya bakal lebih pilih kaos sebagai alasan hehehe...Kaos seengaknya 16.500 modalnya hehehe.
-Bu Betti Ngeblog juga,bukan alasan yang penting juga anyone can do blog job.Walaupun blognya Bu Betti terlalu banyak foto dirinya di setiap posting tulisannya. Saranku sih mending diganti ilustrasi atau apa gitu yang lebih kontekstual.
-Namanya sama dengan tanteku yang jagoan mijit refleksi,bukan alasan yang penting juga.
-Dan yang menarik dari program IAnya Bu Betti. sinergi dan keragaman. Bersinergi antar angkatan 60,70,80,90, 2000an. Wah ini lagi lagi strategi marketing yang sukses. Kebanyakan lupa bahwa pemilih muda ,yang baru jadi alumni biasanya semangat. Angakatan 90-an apalagi 2000 nggak suka golf Bu, lari pagi atau sepeda santai boleh deh. Apalagi kalo ada kaos..(halah itu lagi). Please jangan ajak aku main golf Bu. Aku lebih suka memotong rumputnya.

Yang kurang asyik dari brosur tante Betty ini .
Katanya logonya apabila dipisah akan membentuk dua telinga yang artinya mendengar, hati yang berpisah=mendengar. Mengingatkan saya pada dua cinta, kekasih gelap . Atau... ya...logo wall's. Waduh logo wall's lebih bagus malah.Hatinya dua hati ini dihubungkan dengan satu sapuan kuas. Bu betty ternyata suka es krim juga yah. Logo ini kalo dirotate ke kanan 90 derajat seperti bentuk bibir Bu Betti.


paling kiri, logo es krim Wall's, tengah logo kampanye Bu Betti, Paling kanan logo iseng kalo digabung. We want an ice cream hehehe..

Dibagian Kegiatan organisasi sosial,
Tercantum sumbangan untuk ITB dengan 6digit angka 0, dan nama angkatanya di 3 digit depan ditambah angka 0. Berapa hayo..Kalo bacanya serius dang nggak pake sekip, sekip tau deh. Kalo saja Bu betty angkatan 99, atau 2003. waduh lumayan juga selisih sumbanganya. Kok jumlahnya disebutin ya...kan kasian calon lain jadi benjret kebanting. Takutnya dipandang sebagian orang sebagai ria, ceuk sundanama bisi pupujieun. Eh tong suudon jadi jalmi mah m'pri, eta teh hasil tina acara nu diayakeun. Semoga jadi motifasi buat alumni lain buat turut nyumbang kampusnya, saya tahu banyak alumni yang lebih sukses dari Bu Betty semoga turut tergerak.

Sehabis selesai melalukan pencoblosan buka buka brosur calon lainnya.

Yang menarik dari Pak Boyke Minano. Eh ada beberapa kaos yang dipakai alumni kok aku ngga dapet yah hehehe (dasar jurig gratisan). Dari brosur perkenalanya biasa saja kurang empatis, lebih seperti curiculum vitae untuk Ikutan tender. Kata Rosihan Anwar, jadi pemimpin itu musti bisa akting. Menampakan sisi emosi. Programnya relatif sederhana dan tidak muluk muluk, sepertiya pribadi yang rendah hati tidak sombong sekaligus tidak mau bermuluk muluk.


Brosur om Hatta

-Dominan warna biru..didukung PAN ya om Hatta? Mau jadikan IA buat kendaraan politik? eh m'pri tong suudzon. Bukan suudzon, dulu pernah ada yang begitu.
-Waduh aku mumet bacanya bahasanya ketinggian seperti bahasa di pelatihan motivasi, daya juang, atau diagram di rapat kerja kabinet. Kok saya lebih nyaman dengan bahasanya pak Boyke Minarno yang tak muluk muluk ya. Yang bagus di program kerja Om Hatta ini banyak menekankan sisi kewirausahaan bahasa kerennya technopreneurship (kedengeran seperti musik ajeb ajeb yah) .

Ada yang saya kurang mengerti, KAPITALISASI PENGETAHUAN itu apa ya om? menjadikan pengetahuan sebagai modal/aset? atau pengetahuan bisa dijual? (ITB makin mahalll???) Aku ngga ngerti nih...semoga bukan yang kedua walau kenyataannya begitu.

Program yang nyata tapi aneh, atau nyata nyata aneh?

Program degan indikasi kesuksesan yang cukup aneh,...buat saya adalah...program sarana fisik Membangun Menara ITB di Jakarta.%&%&$(*$(@#(@# Halowww....Saya ini lulusan arsitektur, suka proyek monumenal tentunya. Tapi untuk yang ini? maaf deh. Kok seperti gayanya Bang Yos membangun Jakarta ya? atau Sukarno jaman 60-an dulu. Buat saya ini tidaklah penting. Kok seperti pendekatan pejabat ya (pura pura lupa Om Hatta ini pejabat juga). Membangun menara air di sumbawa, NTB, NTT, yang bukan untuk alumni ITB, tanpa logo gajah sama sekali jauh lebih cerdas rasanya. Banyak ide kreatif dan cerdas seperti hipporoller ini misalnya.

Om Hatta ini juga mengangkat isu hijau pemanasan global dengan salah satu indikator keberhasilannya minimum menghasilkan 5 rekomendasi alumni ITB untuk solusi Global Warming. Waduh agak kontradiktif dengan brosur kampanyenya Om Hatta nih, pake Kertas relatif tebal, safe natural resources.

Inclusive Parternship, menyusun mekanisme yang mendorong badan usaha alumni untuk menyerap alumni ITB sebagai tenaga profesonalnya. Inclusive kok untuk alumni ITB? bukannya itu jatohnya ekslusif? Ini mangga loh dek, tapi rasanya jeruk, cobain deh. Takutnya ini malah membikin konglomerasi gaya baru. Masih mau jadi segerombolan kecil elitis?

Sambil pencoblosan Pak Budiman EL 75,yang sekaligus tuan rumah bercerta sedikit tentang PLN Bali. Tentang kemungkinan pembangkit baru tenaga batubara, atau bahkan gas yang lebih bersahabat dengan lingkungan. Tentang berbagai program PLN hingga skala lingkungan sosialisasi ke tingkat banjar. Tentang rendahnya loss di PLN Bali, orang Bali jujur jujur. Di kita loss hanya 8% sedangkan untuk nasional diatas 13 %. Acara selanjutnya mikrofon bergilir ke ketua IA sekarang Pak Jhon, bercerita tentang masa kepengurusannya yang sudah saatnya diganti, tentang usahanya yang sempat terpengaruh Bom Bali.

Selanjutnya mikrofon ini pun bergilir ke para alumni yang kebetulan hadir disana. Acara ini tidak dilewatkan oleh para alumni untuk memperkenalkan bisnisnya dari mulai peternak ayam, kontraktor, handycraft, travel, Ayo jualan selagi dipersilakan hehehhe...

Sekian laporan, provokatif, ekspresif, tendensius harap dibaca dengan kepala dingin, urat kendor senyum boleh tapi jangan menahan senyum. Semuanya untuk kemajuan almamater kita. Dan ternyata pemenanya dari situs IA ITB

Pemilihan ketua umum Ikatan Alumni ITB yang berlangsung hari ini, 17 November 2007, menghasilkan Hatta Rajasa sebagai ketua terpilih IA-ITB periode 2007 -2011. Hasil penghitungan suara selengkapnya sebagai berikut:

1. Hatta Rajasa (TM 73) 4510 pemilih, 2. Triharyo Soesilo (TK 77) 2090, 3. Betty Alisjahbana (AR 79) 1806, 4. Boyke Minarno (TF 79) 431, 5. Zaid Perdana Nasution (TL 96) 271, total pemilih adalah 9108 alumni.

Selamat ya Om Hatta, pesan saya soal menara itb ngga usah dibuatlah, kalau perlu buang juh jauh dari pikiran. Soal ide technopark saran saya diganti saja dengan instalasi pengolahan sampah mandiri, yang bisa mengatasai masalah sampah dalam ITB kalau bisa juga menyerap sampah dari lingkungan sekitarnya. Ujung jalan Tamansari sudah terlalu busuk dengan sampah.

simpri 15297014

IN HARMONIA PROGRESSIO














analyze me!

Iseng iseng ikutan. Tulisan dengan mouse ini tidak terlalu jauh beda dengan tulisanku. Malah ini mungkin lebih mendingan aslinya jarang nulis, lebih sering ngetik. Berikut hasil analisisnya sekaligus pembelaannya.

Handwriting Analysis

What does your handwriting say about YOU?


The results of your analysis say:

You plan ahead, and are interested in beauty, design, outward appearance, and symmetry.

Plan ahead? kadang kadang. Kadang nggak sama sekali, just let the ball come, and make a goal.
Interested in beauty, design, outward appearance? Iya dong,harus. Pekerjaan saya memang dibidang ini (e'k bukan penata rambut loh) . Appearance kalo maksudnya penampilan diri justru nyaris ngga pernah robah sisiran dari tk sampe sekarang masih kaya gini.

Symetry? Ngga terlalu suka sebenernya, tapi kalo ngerjain resort, proyek proyek desain yang hospitality simetri pasti ada sih. Jadi inget omongan boss kalo lagi coret gambarku, it has to be center line! Lebih prefer kata balance, seimbang dari pada simetri.

You are a shy, idealistic person who does not find it easy to have relationships, especially intimate ones.
Shy kalo maksudnya pemalu, nggak banget, malu maluin iya. Shy kata yang belum kenal aja kali yah. Aku ini pemalu loh...(percaya nggak?)

Idealistic person? Ah ngga terlalu juga, kadang terlalu kompromi rasanya.
..who does not find it easy to have relationships, especially intimate ones. Yang ini musti tanya istriku aja berapa banyak mantanku sebelumnya, 0.

You are affectionate, passionate, expressive, and future-oriented.
Expressive? Iya banget, kadang kelebihan sih katanya..mungkin terlalu banyak nonton gaya akting sinetron Indonesia, yang kalo marah matanya mendelik bahunya naik turun dengan amplitudo 7,5 cm.
Passionate? I'm doing anything with passion, don't you feel it? wakakka. Kadang ngerjain sesuatu dengan sangat semangat. Yang kurang bagus passionnya suka ngga konstan.
Future Oriented? Untuk keputusan penting,iya kadang suka kelamaan mikir. Nggak terlau suka musingin hal hal yang belum dateng. Selesaikan yang ada dulu aja.

You are a talkative person, maybe even a busybody!
O'0 aku ketahuan.

You are self-confident and like to bring attention to yourself.
Self confident iya, bring attention? kalo maksdunya fisik lagi ngga banget, kalo maksudnya yang kita kerjain, iya musti dibuat kesana dong . Kalo mau bikin sesuatu yang menarik.

Ada juga yang pake gambar

drawing personality

What does your drawing say about YOU?



You tend to pursue many different activities simultaneously
. When misfortune does happen, it doesn't actually dishearten you all that much.
Bisa dibilang begitu

You are a thoughtful and cautious person. You like to think about your method, seeking to pursue your goal in the most effective way.
Gak terlalu sibuk mikirin metoda, kerjain aja.

You are creative, mentally active and industrious.

Ini kebutuhan. Harus kreatif buat survive
You have a sunny, cheerful disposition.
Terimakasih

Gitu deh, Analisis yang mungkin bukan berdasarkan tulisan dan gambar tapi 5 pertanyaan atas tulisan kita ini. Kalo ente cerdas bisa analisis juga kepribadianku dari ketikanku ini. Silakan dianalisis.


Rabu, November 14, 2007

Tell Beydar kota tujuh gerbang

Tulisan yang tertunda karena kesibukan setelah beberapa lama ngendon di draft . Setiap kali datang ke soupchat, hampir selalu ada kejutan kecil yang tak terduga. Seperti Sabtu sore itu di Asin Bungalow milik etha di daerah Nyuh Kuning Ubud sambil menyeruput sup labu dan sup makaroni yang daripada bingung memilihnya diseruput saja keduanya.

Soupchat 10 di bulan Agustus 2007 ini diramaikan oleh suara berwarnanya Kacir...pemuda Papua bertampang mirip Judika bersuara Tompi. Presentasi Pak Marcl L dari European Centre for Upper Mesopotamian Studies dengan Tell Beydar dan Bobby presentasi thin clientnya..

Kali ini akan saya ceritakan kembali soal Kota tujuh gerbang presentasinya pak Marc. Seperti cerita epic, atau seperti permainan game komputer age of empire, age of mithology yang sudah lama tak saya mainkan lagi. Pa Marc menceritakan pengalamannya sebagai arkeolog dalam penggalian kota tua di Syria utara (North Messopotamia) tepatnya Tell Beydar.

Presentasi yang awalnya terlihat membosankan ini ternyata semakin disimak semakin menarik. Kondisi kota ini sebelum penggalian hanya berupa gundukan bukit tak bertuan. Seperti bertemu tokoh di film-film tentang Mesir Kuno. Pak Marc yang humble mengawali pembicaraannya dengan saya bicara atas nama tim,(waah beda banget ya dengan yang mengaku pakar IT itu, saya yang menemukan lagu indonesia raya versi aseli). Dan katanya ini merupakan kali pertama beliau mempresentasikan karyanya di luar Eropa dan Midle East. Wow...Terimakasih Pak Marc

Baru tahu pekerjaan arkeolog yang sebenarnya, wow...film film Holywood yang selama ini kita tonton yang banyak mengidentikan arkeolog melulu dengan dinasaurus ternyata lumayan (teramat) menyesatkan. Dalam kenyataannya sangat multidisiplin, belajar sejarah, sosial, antropologi, yang bisa membawa kita ke Jaman dimana kota ini tinggal. Pejamkan mata, dan rasakan aroma dinding lumpur dari jaman 300o tahun sebelum jempol kaki kita menyentuh tanah.

Apa yang ajaib dengan Tell Beydar? Banyak. Kota ini dibangun pada masa yang sering disebut First Imperium. Saat dimana kerajaan besar muncul multi ras multi etnik, atau biasa disebut juga Early Bronze Age. Terletak di wilayah mesopotamia Utara, yang disebut segitiga Khabur. Berbeda dengan daerah selatan yang terbentuk dari tanah alluvium. Curah hujan cukup dan sudah mengenal irigasi. Oleh pa Marc kita dibawa ke jaman seratus tahun sebelum raja Sargon dari Akkad menginvasi daerah ini (sekira 2350 tahun sebelum masei, waah perjalanan yang jauh ya). Kalau ditarik garis ke mesir saat itu di Gizeh orang sedang sibuk sibuknya membangun pyramid (2570 sebelum masehi) . Walapun saat itu kontak antara dua pusat kebidayaan tertua di dunia ini sangat sedikit.

Kota ini dilindungi dengan dua lapis benteng batu tebal dan tinggi dan memiliki tujuh Gerbang. Dilamnya terdapat tidak kurang dari 3000 orang dengan berbagai pembagian kerja. Waaah langsung deh, imajinasi liar saya membayangkan setting tempat tell beydar saat jaya jayanya ada pasukan tentara, petani, dengan baju bajunya yang unik, kerumunan dengan bahasa yang tak familiar ditelinga.

Benteng seperti alasan kebanyakan untuk melindungi warga kota dari berbagai gempuran. Yang mengharukan sudah ditemukan kloset duduk, dan sistem sanitasi yang baik. Sejarah per-wc an ternyata sudah ditemukan 3000 tahun lalu disana. Mungkin karena disana tak ada empang atau semak semak rimbun seperti di Indonesia. Tak heran tak ditemukan peninggalan purbakala per-wc an di Indonesia (tolong betulkan kalau saya salah)


foto udara A. Poidebard, beydar.com

Yang membuat lebih takjub lagi dari gundukan tanah tak bermakna ini mereka akan merekonstruksi Tell Beydar seperti masa lalu. Session tanya jawab pun disemarakan dengan berbagai pertanyaan.

Ini sebuah kerja besar, Tim arkeolgi ini terdiri dari berapa orang?
Benar pekerjaan penggalian ini sudah berlangsung bertahun tahun, dan masih akan terus sibuk. Gundukan di Syiria bukan hanya di Tell Beydar. Dan dari setiap gundukan saja hampir bisa dipastikan pernah jadi tempat kediaman sebuah peradaban, dan setiap layer penggalian erdapatberbagai jaman yang berbeda (whuaa...asyik juga ya jadi arkeolog ) .Tim kami terdiri dari sekira 30 orang dari berbagai disiplin ilmu dan berbagai negara yang berbeda termasuk Syiria tentunya, negara di Timur tengah dan Eropa. Kami sendiri dari Belgia, dibantu banyak mahasiswa dan para pakar dari bidangnya masing masing ada sosial, budaya, arsitektur, antropologi. Tidak semua harus ada disana setiap saat tentunya, ada orang indonesia juga loh (wah mau dong ikuut jalan jalannya)

Kenapa sebuah peradaban bisa hilang dan terkubur seperti Tell Beydar, kita tahu mesopotamia dulu pusat kebudayaan tertua dengan berbagai peninggalannya, tapi kalau dilihat di Iak sekarang kondisinya sangat terpuruk? apakah ada saat yang hilang diantaranya?
Bisa terjadi karena banyak hal, bisa bencana alam, perang. Sejarah itu terjadi dalam proses yang selalu naik turun ada saat jaya, turun, selalu begitu di berbagai peradaban dunia. Apalagi saat jaman seperti Tell Beydar ini mereka punya musuh dari berbagai arah yang berbeda.

Bagaimana cara mereka membuat dak datar dulu?
Mereka menggunakan batang kayu, daun palem atau jerami, lalu menuang larutan lumpur diatasnya, seperti kita membuat dak beton. Walaupun ada hujan tidak sebanyak di Bali tentunya.

Kenapa mereka membangun rumahnya dengan menggunakan mudbrick (dari lumpur basah) bukan dengan bake brick (bata bakar)?
Kalau kita lihat dari lokasinya. Syria utara, bukan daerah yang ditumbuhi banyak pohon. Untuk membuat bake brick, selain butuh bahan bata juga dibutuhkan kayu untuk bahan bakar. Penggunaan bata bakar adalah sesuatu yang mewah, dan hanya ditemukan di bagian bagian yang penting saja.

Dalam konstruksi modern terutama untuk bangunan bersuhu ekstrem, 4 musim, aplagi bangunan di timur tengah biasanya terdapat insulasi yang berupa celah/ cavity atau material tertentu. Apakah ditemukan juga teknologi seperti ini?
Ini pertanyaan yang menarik. Kalau kita rasakan dan datang ke sana duduk di sebuah ruangan hasil rekonstruksi sebenarnya sungguh nyaman walaupun keadaan di luar sangat panas. Ini karena pemilihan material mereka mudbrick sebagi insulator panas yang baik, dengan ketebalan tertentu (yang cukup tebal) dan pengaturan penghawaan alami yang baik. Wah mereka sudah mengenal arsitektur hijau, low cost energy saving.

Bagaimana dengan proses rekonstruksinya? Apakah menggunakan metoda yang sama dengan metoda mereka membangun dulu?
Ini pertanyaan yang panjang, saya aan jawab dalam pertemuan selajutnya...(aduh..bersambung ternyata).

Kalau masih penasaran bisa diliat di beydar.com dengan tiga bahasa, Inggris, Perancis, dan Arab, pertanyaan terakhir yang belum terjawab bisa ditemukan juga jawabannya disana. Ada animasi, sejarah, proses restorasinya. Belajar sejarah ternyata bisa sangat menarik dan kait berkait, betapa kecilnya kita, betapa kecilnya sbuah peradaban yang bisahilang begitu saja ditelan bumi. Kenapa Bu Ating guru sejarah SMA membawakannya dengan amat membosankan, diramaikan dengan acara mencatat masal dan sama sekali tidak menarik. Ah mungkin bukan Bu Ating yang salah, mungkin gurunya bu Ating dulu yang salah. Atau memang aku dulu yang salah, yang lebih tertarik film animasi di tv dan main game.




Selasa, November 06, 2007

Kursi di pojok ruang si mbah

Oleh oleh mudik lebaran kali ini saya bawakan cerita dari rumah keluarga mbah Darso Sugito rumah no 04 di RT 15, RW VIII daerah Wedi Klaten,daerah yang cukup parah kena efek gempa Yogya beberapa waktu lalu. Di Rumah kecil ini mata saya mulai jelalatan. Selain mencicipi berbagai macam kue lebaran. Mata saya mulai menyapu, lantai dinding dan setiap jengkal yang bisa saya lihat. Plafon bilik yang terpasang rapi, jendela dengan kaca warna warni pengaruh de stijl. Menarik, lantai semen mengkilat yang kalo kerjaan kantor biasa diberi kode finishing CP, cement polished yang, dipakai juga di rumah ini.



Pintunya tidak kalah menarik membuat adik ipar saya yang bertinggi 186 cm harus sedikit merunduk. Tinggi pintunya tidak lebih dari sekira 175 cm saja, merundukan kepala untuk 11 cm. Skalanya nyaman, humble, dan ramah dengan ruangan yang memanjang tidak terlalu besar. Java scale, Skala Jawa, skala bangunan di jawa memang sangat manusiawi kalau perlu 'kejedot' 'kejedotlah' sedikit berbeda dengan skala bangunan kolonial, atau tipologi bale di kraton yang tinggi menjulang. Skala bangunan privat aristektur kampung kampung di Jawa sangat intim, Skala yang cocok untuk bercanda tawa lepas. Dugaan saya skala yang enak ini timbul karena pola aktifias yang dulunya lebih banyak berada di tanah,dipan, bale, lesehan. Jadi tak perlu langit langit atau pintu yang tinggi kan. Skala untuk sebuah produk desain atau arsitektur jadi penting, tak peduli apapun langgamnya kalau skala dan proporsinya tak terselamatkan, usaha selanjutnya tak berkontribusi banyak lagi. It's all about proportion,...Boss said.



Di pojokan ruangan terdapat tumpukan kursi yang kebetulan belum pernah saya liat, yang ternyata juga saya duduki.Memang sulit ya memperhatikan kursi yang diduduki daripada memperhatikan kursi orang. Seperti juga banyak orang yang mengkritisi orang yang duduk dikursi empuk, tapi kalau sudah duduk di kursi empuk...tidak terlihat ada yang janggal. Kalau anda hidup di desa desa, atau masih punya kakek di desa,atau setidaknya masih punya foto pernikahan Ayah Ibu atau saudara saudaranya. Perhatikan juga kursi yang digunakan disana.mungkin sama dengan kursi ini. Kalau ada yang seperti ini bagi bagi fotonya ya.



Rattan Stackable Chair, Kursi rotan produk lawas dengan desain yang cukup everlasting.Jadi teringat kemarin baru baca tulisannya Zenin Adrian di Jakarta post tentang pameran produk indsutri kreatif yang didisplay dengan cukup menarik didukung oleh ruang yang di desain Andra Matin. Berbagai produk diletakan begitu saja dengan dasar hitam, dinding hitam tanpa repot repot display, dengan tata lampu berbagai produk industri kreatif ini jadi begitu menonjol dan lebih terkesan seperti dalam sebuah pameran instalasi. Wah untuk ini saya boleh menyesal tak berada di Jakarta. Banyak produk bagus karya desainer Indonesia yang justru tidak mendapat apresiasi di dalam negeri. Wah mungkin kesadaran masyarakat Indonesia akan desain masih rendah ya? Atau kesadaran industri juga yang masih terbelakang? idiot? atau industri yang autis, asyik dengan dirinya sendiri. Berbagai produk plastik Lion Star sejak saya kecil hingga sekarang tidak mengalami berbagaiperubaha signifikan. Mungkin sudah cukup puas, atau sudah untung. Begini saja sudah laku kok mas, mungkin begitu kata si engkoh pemilik pabrik plastik ini.

Kembali duduk ke kursi.
Berbeda dengan berbagai kursi tradisional Jawa antik yang sudah populer di berbagai gerai furniture & interior , Kursi Jodang, Bondowoso, Madura, yang desainnya sudah menjadi desain publik (semoga kelak tak dipatenkan Malaysia) dibuat dengan desain kayu jati solid. Kursi lawas ini berbahan dasar besi dan rotan. Warnan besinya ijo ndeso. Bagian pijakan belakangnya dilas dengan sambungan pipa, silender ketemu silinder. Bagian kaki depannya ada bantalan karet dengan sambungan las yang berbeda, sambungan depan ini di pipih salah satu baru dilas. Satu pijakan kaki dengan sambungan pipa. Bergerak ke arah paha, ujung lengkungnya cukup nyaman dan ergonomis, yang menarik di bagian pantat. Dudukan kursi ini dianyam dengan anyaman rotan ckup lebar dengan pola anyaman bilik sederhana. Lendutannya cukup enak saat diduduki. Bagian senderan agak anti klimaks dengan plat besi tipis yang bagian belakangnya bercat kode HR24, HR 25, seperti layaknya kursi sewaan di tempat hajat. Bagian ujung senderan masih satu karakter dengan desain di bagian paha, lengkung lengkung tumpul, yang jadi jargonnya nokia, tiada sudut di badan manusia (mungkin nokia tidak melihat ketek sebagai sudut).

Dejavu, Mengingatkan saya pada berbagai produk furniture modern dengan syntetic rattan, ataupun yang dengan rotan asli. Seperti yang terdisplay di banyak toko toko furniture di daera Kuta, dan tersebar di berbagai tempat nongkrong di Bali. Ini salah satu contoh produknya, yang saya dapat disini. Dengan bantuan mbah gugel “stackable rattan chair”



Kursi ini terpaut jauh umurnya,speerti membandingkan si mbah di pojok rumah mbah darso dan abg ‘chick’ di kafe gaul. Namun si mbah masih bisa bertahan dengan desain yang tak kalah modern, bis ditumpuk (stackable), desain vintage yang ok. Tak jelas siapa desainer kursi di pojokan rumah mbah Darso ini, bertanya karya siapa sama dengan bertanya siapa penemu becak? Hasil revolusi Industri paska art nouveau dalam konteks keindonesiaan, hasil revolusi masuknya las karbit ke pulau Jawa.

Kalau mau dimodifikasi sedikit bisa jadi produk furnitur retro yang unik. Terpikir untuk mendandani si mbah di pojok rumah ini. Dengan material metal cat hitam matt, atau dengan metal brushed finish. Dudukan rotan yang unik juga pada bagian senderan daripada sekedar plat tipis.

Tapi sebaiknya kubuang jauh jauh ide desain retro si mbah ini, nanti malahan seperti mendandani mpok nori dengan bedak tebal. Kursi si mbah di pojok ruangan ini masih terlalu menarik buat didandani ulang. Ijonya, goresan cat yang tak rata, plat tipis senderan, yang justru membuatnya menjadi vintage stackable rattan chair aseli endonesa.









Sabtu, November 03, 2007

Rasakan waktu melambat beku

Masih dalam suasana lebaran Teringat Palembang, kota yang selalu jadi tujuan mudik keluarga kami setiap dua tahun sekali. . Mudik keluarga kami terhenti di tahun 1998. Tahun 2000 tradisi ini tak lagi ada. Selalu ada yang datang dan pergi. Dari balik kaca belakang jendela mobil saat melambaikan tangan kadang berpikir apakah sekarang saat terakhir kami mudik ke rumah panggung kayu ini. Akankah mereka menyambut dari kaca depan tahun berikutnya?

Kota sungai yang diklaim merupakan kota tertua di Indonesia sejak 683 M, menurut prasasti Kedukan bukit. Saya sendiri merupakan hasil perkawinan silang antara Ibu Sunda/Tasik dan Bapak dari Palembang. Kalau disingkat jadi agak unik juga PATAS, Palembang Tasik, atau PALSU Palembang Sunda. Berdasarkan perjanjian pranikah (wahhh..) Mama dan Papa mudik lebaran selang seling Tahun ganjil ke Tasik, tahun genap ke Pelambang. Kami tidak melihat nenek dan kakek kami menua begitu cepat, rasanya sama terus bentuk rupanya. Yang jelas mereka melihat kami tumbuh begitu cepat dalam hitugan dua tahunan, 0,2,4,6,8,10,12,16,... Hanya dengan delapan pertemuan umur kami sudah beranjak enam belas tahun. Mudik ke Baturaja, Kayu Agung,Palembang selalu saya nantikan, Rumahnya terbuat dari kayu dengan lantai papan mengkilat karena selalu digosok dengan minyak kelapa dan kemiri. Tanahnya luaas sekali, puas membersikan kebun membakar sampah daun daun kering mengisinya dengan batu kerikil putih 'limestone' sampai meledak pecah pecah seperti petasan. Apalagi kalau lebaran bertepatan dengan musim buah duren, duku, rambutan, rambe, tinggal panjat disekitar pekarangan. Biasanya satu petak (yang terdri dari banyak pohon rambutan) selalu disisakan untuk disikat para cucu.

Di hari kedua biasanya kami ke Kayu Agung sebelum melanjutkan perjalanan ke Palembang ,rumahnya tak kalah unik, tepat di depan sungai dengan deretan pohon kelapa sepanjang sungai yang konon diperintahnya kakek buyut. Didepannya ada langgar kecil dengan tangga ke arah sungai. Di depan teras rumah ini yang bertangga dua agak setengah lingkaran (Jaman itu tak sembarang rumah boleh bertangga kembar). Dari teras depan seberang jalan ini kita bisa melihat burung elang berputar-putar lalu tiba tiba menukik tajam menangkap ikan. Saat hari kedua di Kayu Agung (can be translated as Holywood) ada pawai midang, muda mudi berpakain pengantin adat dengan musik tanjidor. Katanya sebagai ajang buat mencari jodoh juga.

Mengingat pengalaman masa kecil ini baru tersadar betapa mahal pengalaman ini. Apakah anak anak nanti masih akan mudik dengan menikmati mandi di sungai, berlompatan menhindari lintah, menginap di rumah kayu tak berjendela kaca, dengan kloset berupa papan di lantai panggung yang dibolongi dengan bidang miring seng dibawahnya dimana kita bisa melihat luncuran prajurit kuning menghujam rimbunan pohon talas dibawah. Memakan rambutan langsung dari pohonnya. Akankah pengalaman seperti ini hanya akan bisa didapat dengan membayar ratusan ribu di fasilitas rekreasi outbound yang semakin marak di pinggiran Jakarta.

Soal perbadaan budaya juga unik karena dalam budaya Sunda Palembang dianggap sebagai sebuah negeri yang teramat jauh, seberang lautan. Dalam perspektif kuna ini seperti perkawinan Barat dan Timur. Bisa dilihat dari pepatah lama orang Sunda kalau ada seseorang yang sakit atau kena musibah..."Sieuh..sing jauh jauh siah...panyakitna..ka sabrang ka Palembang...." Gawat kan...semua yang jelek dibuang kesana, Tolonglah hentikan sumpah serapah ini hehehe, please deh..jangan kau sumpahi lagi aku wahai baraya sadulur. Soal berbicara orang Sunda berbicara halus dan pelan, disana orang orang berbicara keras dengan nada turun naik..Ooooyy nak kemano...?. Masuk akal kenapa terbiasa berbicara keras dari jendela rumah panggung aku bisa melihat dua orang ibu sedang berbincang dari jendala rumahnya (masing-masing)..sambil tertawa-tawa, padahal rumanya terpisah dua buah kebun berbatas tanaman jarak pagar berjarak sekira 400 meteran.

Kakeku M Yasin Adiah Toha (hehehe..mulai sekarang namamu tercatat dalam daftar pencarian google).Kita memanggilnya Aki Yasin dan 'Nek Tjik Mas seperti seorang cucu memanggil kakek dan neneknya di Bandung. Walaupun mereka berdua mempopulerkan istilah Yai dan Mbah, sepertinya gagal total argumen anak kecil apalagi yang keras kepala seperti kita sulit dibantah, udahlah samain aja biar nggak pusing. Dalam bahasan dusun di Baturaja Nenek berarti Kakek, dan Kajut (bukan kanjut) berarti Nenek. Kalau kami pakai dua panggilan ini semakin aneh. Mah..Kenapa sih Nenek Sirih itu laki laki? (Nenek Sirih, adalah kerabat kami ulama desa yang pernah bersekolah hingga ke mekah dan doyan mengunyah sirih). Kenapa ya kok nama istrinya aneh seperti... ? (Kajut Tjik Unah)

Aki Yasin ini petani di Baturaja membuka pembibitan di Lubuk Batang, Baturaja dengan Judul MYATO, seperti perusahaan Jepang ya, yang tak lain adalah singkatan namanya sendiri. Orang tua dulu ternyata sudah peduli dengan branding yah. Dari sekian banyak saudara-saudaranya hanya dia yang mau kembali ke dusun, desa kecil Lubuk Batang di Baturaja, bertani hidup swasembada dari sawah dan kebun sendiri. Rasanya bangga jadi cucu petani, karena Suharto pun presiden RI selaman 32 tahun dulu mengaku anak petani.Tak heran selalu fasih dalam acara temu petani. Presiden mendatang harus tahu banyak hal mulai bercocok tanam, IT, kalau perlu jago memasak dan menyanyi hehehe.

Tanah di Lubuk Batang tidak terlalu subur berwarna kemerahan banyak lempung, dengan pasir keputihan dan banyak batuan kapur. Sewaktu kecil senang sekali mengumpulkan berbagai macam batu yang aneh aneh, pasirnya pun aneh seperti gula pasir (pasir kwarsa untuk bahan kaca). Tanaman di pembibitannya kebanyakan tanaman keras hasil okulasi, berbagai bibit rambutan, duren. Hampir pasti dalam bagasi mudik ke Baturaja di mobil selalu ada polybag isi bibit tanaman varitas baru untuk ditanam disana atau tumpukan majalah trubus.

Bapaknya Aki Yasin berasal dari Baturaja, M. Toha Natadiredja bermata sipit tapi berkulit legam yang pindah ke Palembang bekerja di pengadilan. Foto beliau ternyata terpampang di Museum Sultan Badarudin palembang, dengan judul Contoh baju kesulantanan Palembang Darussalam, yang saat itu sebenarnya sudah masuk penjajahan Belanda. Istrinya putri salah satu pangeran Kayu Agung yang beristri empat. Bangsawan jaman dulu lah, makam istrinya berjejer empat disamping makamnya. Sewaktu kecil sempat terheran heran melihat makamnya, Pah ini makam siapa..?Istrinya.Ini...? Istrinya.Ini...? Istrinya.Ini...? Istrinya Kok banyak? Yah ini kan pangeran jaman dulu. Kalau aku pangeran bukan? dengan mata berbinar

Jadi kalau ditanya Palembangnya mana OKI atau OKU. Ogan Komering Ilir atau Ogan Komering Ulu? Ya keduanya. Daerah OKI sering didentikan dengan para pelaku kriminalitas, waduh gitu amat ya..mungkin identik dengan perilaku masyarakatnya yang keras, Tapi ini bukan cerita bohong dalam salah satu keluarga kami bisa jadi ada polisi dan bandit sekaligus. Bandit disini...ehm dalam arti sebenarnya. Masih tak percaya juga? Dalam sebuah cerita perantauan ayahku ke Jawa, sudah tak aneh bila ada keluarga dimana harus sanjo. Mengunjungi keluarga, silatuahmi jadi penting , menginap lebih bagus. Menginaplah ia, rupanya sedang ada rapat besar, bukan rapat keluarga tapi rapat rencana operasi......terkejutlah dia ternyata keluarganya di rantau bekerja seperti ini. Lebih terkejut lagi karena tamu tak diundang yang tiba tiba datang ini diperlakukan seperti keluarga tanpa menganggu jalannya rapat itu, dan dia bisa mendengarnya dengan sangat jelas sambil turut memakan cemilan di meja besar .Upss...sepertinya bukan cerita yang menarik untuk dibanggakan.

Masih ingat kalimat almarhum Papaku, anak laki laki itu harus tahu silsilah keluarganya. Waduh...sewaktu kecil sempat melihat coretan silsilah ini yang ujung-ujungnya dari keluarga di Baturaja perambah hutan ini bernama Jawa perantauan jaman keruntuhan Majapahit atau Mataram Islam. Tak begitu jelas juga dimana kertas kertas itu disimpan. Yang jelas pertanyaan Om itu saudara dari mana ya? Walaupun pasti dijawab dengan semangat, ...jawabannya yang panjang dan lebar kadang menarik empat generasi ke atas yang membuatku bertanya balik dalam hati, Kenapa tadi tanya ini ya..

Kekerabatan di daerah Sumatera Selatan menjadi penting, budayanya memang begitu guyub. Saudara yang di budaya Sunda, Jawa, disebut saudara terseret karena hubungan ipar disana bisa jadi masih saudara dekat. Apalagai saudara satu garis dari garis keturunan bapak, itu saudara dekat.Dan jangan dilupakan juga masih ada saudara seperjuangan, saudara seperantauan, saudara karena hutang budi. Sewaktu pulang shalat Ied di Lubuk Batang, kampung kakek di Sumatera Selatan. Saat banyak orang saling sapa. Pah itu saudara juga? iya itu anaknya Nenek Rom depan rumah . kalo Om yang Tadi? Iyah Itu anaknya nenek Sirih dan Kajut Tjik Unah yang rumahnya tinggi itu.Itu? iya itu cucunya...Jadi yang mana lagi yang saudara? Semua orang di Lubuk Batang ini bersaudara...Oh, dengan nada tenang tampang bingung. Jangan jangan kamu saudarak juga?

Kemana ya anak anak masa datang akan mudik, tergantung di mana kakek dan neneknya berada. Mungkin Jakarta, Bandung, Semarang, Yogayakarta, Surabaya dan kota kota besar lainnya akan menjadi tujuan mudik generasi selanjutnya. Jakarta itu pilihan bukan harga mati, ayo berpencarlah. Indonesia amatlah luas. Akankah anak cucu kita masih bisa bergelayutan di pohon mangga saat mudik atau memenuhi mall mall dan arean bermain dan pusat perbelanjaan.

Terimakasih untuk kakeku yang menghadiahkan mudik lebaran yang teramat mewah, pilihanmu menjadi orang kampung memang tepat. Aku benar benar menikmatilah saat tangan itu mulai dilambaikan dari balik kaca belakang, nikmati setiap gerakannya, rasakan waktu melambat beku. Biarkan waktu berjalan, rumahku ada di ujung jempol kakiku.