Senin, Februari 18, 2008

Bangau Putih dan si Kerbau besi

Bukan kali pertama saya melihat pemandangan lucu ini saat bersepeda di sekitar desa Sedang Utara Denpasar. Kerumunan bangau putih, bkelok sawah (ardeola speciosa) di sekitar sawah tegalan basah yang baru mau mulai diolah de sela sela warna warninya hamparan bunga pacar air . Bukan pemandangan yang aneh juga kan, kerumunan bangau putih memang berdomisili tidak jauh dari sini. Desa Petulu Ubud adalah markas besar mereka, setiap pagi mereka menyebar ke seluruh penjuru Bali. Dan sesaat sebelum matahari tebenam, terbang kembali ke deretan pohon yang panjangnya kurang dari tiga kilometer sepanjang jalan desa yang asri ini. Kalau sedang berkunjung ke Bali coba sempatkan melihat pemandangan menarik saat merea berbondong bondang pulang kandang membentuk formasi tertentu. Matahari terbenam mungkin bisa dilihat dimanapun, tapi pemandangan homecoming ini sudah mulia jarang.

Jadi apa lucunya kalau dikatakan bukan pemandangan yang aneh? Lucu karena penyebab berkerumunnya si bangau ini adalah sebuah traktor tua berwarna orange yang pagi itu belum juga dinyalakan sementara si Bangau sudah mulai berkerumun. Mungkin pak taninya sedang memupuk lahanya dengan 'urea' alami di pojokan yang lain.

Di pelajaran biologi SMP tidak aneh kalau burung burung sawah bersimbioisis mutualisma dengan Kerbau air. Bangau memakan kutu kutu di pundak kerbau kerbau bersih dari kutu bangaupun kenyang. Di petakan sawah ini bangau putih bsersimbiosis dengan si kerbau besai yang berkaki besi pula, tidak melenguh tapi mengularkan suara sput-sput-sput dan kupalan asap kecil dari lobang knalpotnya.

Saat traktor dinyalakan si bangau sibuk ambil posisi, dan..wah ajaib. Bangau tadi beramai ramai mengikuti jejak si kerbau besi. Dari tanah tanah yang dibolak balik si kerbau besi. Mereka berebut melahap apapun, serangga air, belut, ikan ikan kecil, katak. Tanpa perlu berepot repot menyisir seluruh isi lumpur. Sayangnya sepedaan hari itu nggak bawa kamera.

Kalau bangau putih bisa bersahabat dengan si kerbau besi, Kenapa ya manusia suka enggan bersahabat dengan alam dan mengahabiskan semua rumah mereka yang melata, yang beterbangan, yang bersembunyi . Masih banyak orang yang melihat ular sawah berteriak benci! bunuh! Tanpa sadar mulai memutus bagian kecil dari rantai panjang yang tidak masuk untuk dijejalkan di kepala bodoh ini.



Tidak ada komentar: